Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

PKB Pastikan Seluruh Pengurus Diundang Dalam Muktamar Bali

Pengasuh Ponpes Al-Mizan ini mengatakan pihaknya telah mengundang seluruh pengurus dalam rapat yang dilakukan PKB.

PKB Pastikan Seluruh Pengurus Diundang Dalam Muktamar Bali
Fahdi Fahlevi/Tribunnews.com
Maman Imanulhaq 

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Wakil Ketua Dewan Syuro PKB, Maman Imanulhaq, membantah kabar yang mengatakan bahwa terdapat pengurus yang tidak diundang dalam Muktamar V PKB di Bali.

Ketua DPP PKB yang juga mantan Sekjen PKB, Lukman Edy, sebelumnya mengaku bahwa dirinya bersama Abdul Kadir Karding tidak diundang dalam muktamar. Menanggapi hal tersebut, Maman mengatakan keduanya ada dalam daftar hadir.

"Saya rasa semua diundang kok. saya lihat di daftar hadir ya. Daftar hadir lukman edy, pak Karding, dan semuanya di dalam daftar hadir ada," ujar Maman di Westin Hotel, Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8/2019).

Baca: Pimpinan MPR Diusulkan Jadi 10 Orang, Peneliti LIPI: Rakyat Dapat Apa?

Pengasuh Ponpes Al-Mizan ini mengatakan pihaknya telah mengundang seluruh pengurus dalam rapat yang dilakukan PKB.

Meski begitu, dirinya mengatakan partainya memiliki tradisi yang unik yakni tidak menggunakan undangan resmi. Maman bahkan mencontohkan dirinya datang ke muktamar tapi undangan resmi.

Dirinya justru mempersilakan seluruh kader untuk hadir dalam ajang muktamar ini.

"Nah saya sebagai Dewan syuro misalnya, ya datang aja. gak ada undangan resmi dan lain sebagainya karena ini, sekali lagi, PKB agak berbeda dengan partai-partai lain," jelas Maman.

"Jadi sebenarnya tidak adalah. Semua kader semua pengurus yang punya keinginan besar membesarkan PKB ini pasti hadir di acara ini," pungkas Maman.

Baca: Wakil Ketua DPRK Nagan Raya Samsuardi Ditangkap Saat Pelesiran di Luar Lapas Calang

Sebelumnya, Lukman Edy mengatakan pihak yang dekat dengan Karding tidak diundang dalam Muktamar PKB di Bali.

Lukman menduga ada dendam pasca Pilpres 2019. Dirinya tidak menjelaskan maksud dendam pasca Pilpres tersebut. Namun, dirinya mengungkapkan bahwa ada ketidakpuasan saat penentuan capres-cawapres.

"Yang dikembangkan masih narasi tidak puas di pilpres 2019 ini. Soal penentuan capres dan cawapres," ungkap Lukman.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas