Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Bank Century

KPK Minta Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Kasus Century

KPK meminta hakim menolak gugatan praperadilan dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terkait penanganan kasus korupsi Bank Century.

KPK Minta Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Kasus Century
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui anggota Biro Hukum KPK Firman Kusbianto, meminta hakim menolak gugatan praperadilan dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terkait penanganan kasus korupsi Bank Century.

Hal itu disampaikannya dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/9). Sidang mengagendakan jawaban termohon, KPK, atas tuntutan atau petitum pemohon, MAKI.

Firman mengatakan gugatan yang diajukan MAKI terkait penanganan kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) kepada Bank Century, bukan termasuk objek praperadilan.

Baca: PSIS vs Persebaya, Bajul Ijo Siap Mainkan Pemain Asing Baru Asal Brasil Eks Kalteng Putra

Baca: Peringatan Dini BMKG Gelombang Tinggi Perairan Indonesia Hari Ini, Ketinggian Capai 4 Meter

Baca: Jadwal Timnas U16 Indonesia vs Kep Mariana Malam Ini di RCTI, Kualifikasi Piala Asia U16

"Termohon memohon kepada hakim praperadilan untuk memeriksa, mengadili, dan memutus perkara praperadilan ini dengan amar putusan, menolak permohonan praperadilan yang diajukan pemohon," ujar Firman dalam persidangan.

Pihak KPK menilai permohonan praperadilan yang diajukan MAKI tidak atau bukan bagian kewenangan lembaga praperadilan. Hal itu telah diatur dalam Pasal 77 KUHAP dan putusan Mahkamah Konstitusi MK 21/PUU-XII/2014.

Firman menerangkan, KPK telah melakukan beberapa tahapan dalam proses hukum lanjutan atas kasus Bank Century, sesuai perundang-undangan yang ada. Di antaranya melakukan gelar perkara, menerbitkan surat perintah penyelidikan hingga memanggil beberapa saksi.

Setelah persidangan praperadilan, Firman menyebut tidak ada batas waktu bagi KPK untuk mendalami atau menangani proses hukum lanjutan kasus Century. Sebab, kasus korupsi Bank Century adalah perkara yang cukup besar sehingga penanganannya penuh ketelitian dan kehati-hatian. "Kalau dari patokan waktu, tidak ada ketentuan. Tapi, kami tetap berpatokan bahwa kami mencari bukti-bukti permulaan yang cukup untuk penyelidikan ini," ujarnya.

Ia juga membantah apabila internal KPK menghentikan penyidikan kasus ini. Ia pun menyatakan pihaknya optimistis dapat mengungkap menjerat pihak lain yang bertanggung jawab atas pemberian FPJP ke Bank Century.

MAKI kembali mengajukan gugatan praperadilan ke PN Jaksel perihal pengananan kasus dugaan korupsi pemberian FPJP kepada Bank Century. Alasan gugatan praperadilan, karena KPK tidak melaksanakan putusan praperadilan sebelumnya yakni terkait kasus yang sama.

Bunyi amar putusan praperadilan tersebut adalah memerintahkan KPK melaksanakan proses hukum lanjutan atas kasus dugaan korupsi Bank Century yang menjerat terdakwa Budi Mulya, dengan melakukan penyidikan dan menetapkan Boediono dan kawan-kawan sebagai tersangka kasus yang sama, atau atau melimpahkannya kepada kepolisian dan atau kejaksaan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Kasus Bank Century

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas