Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Tetangga Kaget Tahu YF Ditangkap Polisi Terkait Kasus Perencanaan Kerusuhan

Kediaman YF beralamat di Jalan Dr. Latumeten II gang B-6 No. 28, RT 010/011, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Tetangga Kaget Tahu YF Ditangkap Polisi Terkait Kasus Perencanaan Kerusuhan
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Suasana Kediaman YF, di Jalan Dr. Latumeten II gang B-6 No. 28, RT 010/011, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (30/9/2019). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian menciduk enam orang yang diduga berencana menimbulkan kerusuhan.

Enam orang yang diamankan masing-masing berinisial HAB (44), S (30), YF (50), A (43), SS (61), dan OS (42).

Seluruhnya diduga hendak membuat kekacauan, dengan cara mendompleng Aksi Mujahid 212 yang digelar di Bundaran HI hingga Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (28/9/2019).

Tribunnews.com mencoba mendatangi rumah YF, satu diantara enam terduga pelaku perencana kerusuhan tersebut.

Baca: BMKG Catat Gempa M 3.4 Guncang Wani Donggala Sulawesi Tengah, Dirasakan hingga Palu

Kediaman YF beralamat di Jalan Dr. Latumeten II gang B-6 No. 28, RT 010/011, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Sesampainya di lokasi sekitar pukul 14.10 WIB, terlihat rumah berlantai 2, dengan kelir cat hijau di lantai 1 dan dominasi warna putih pada dinding tembok lantai 2.

Berita Rekomendasi

Rumah YF berada di gang sempit selebar kurang lebih 1,5 meter.

Pada bagian depan rumah YF, berdiri sebuah tiang listrik.

Di bagian atas tiang listrik tersebut, terlihat berkibar sebuah bendera hitam yang diikat kuat pada ketinggian sekira 3 meter.

Tingginya nyaris sejajar dengan lantai 2 rumah tersebut.

Baca: Kuartal II-2019, Ini Kisaran Harga Rumah dan Lokasi yang Paling Diminati Konsumen

Seorang ibu rumah tangga yang ditemui di lokasi mengaku tidak mengetahui siapa yang pemasang bendera hitam tersebut.

Ia hanya menyebut bendera tersebut sudah sejak dulu terikat di tiang listrik.

"Nggak tahu kita, sudah lama kayaknya. Soalnya pas keluar, tiba-tiba sudah ada aja di situ," ungkap tetangga YF yang engga menyebutkan namanya, Senin (30/9/2019).

Lebih lanjut, ia mengatakan YF selama tinggal di lingkungan tersebut selalu menunjukan sikap yang baik, suka menyapa, dan mudah bersosialisasi.

Baca: Kerusuhan Pecah di Atas Simpang Susun Semanggi, Massa Mundur ke Arah SCBD

YF disebut suka pergi mengendarai sepeda motor untuk melangsungkan ibadah ke sebuah masjid dekat rumahnya.

Karena itu, tetangganya mengaku kaget saat mendengar YF ditangkap aparat kepolisian.

Ia mengetahui kabar tersebut dari sumber berita di internet.

Namun katanya, tidak semua tetangga tahu YF terciduk karena dugaan keterlibatan dalam rencana aksi chaos di Jakarta Pusat.

"Tetangga-tetangga belum semuanya tahu. Kalau kita sih tahunya dari internet aja. Kaget waktu itu, lho kok ada nama dia," ungkapnya.

Asal usul

 YF, seorang pelaku perencana kerusuhan dengan memanfaatkan Aksi Mujahid 212 dikenal baik dan suka bergaul.

Warga di sekitar kediamannya, Jalan Dr Latumeten II, Gang B-6 No 28, RT 010/011, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, menyebut YF sebagai orang yang ramah.

Seorang ibu rumah tangga berusia 36 tahun yang menolak menyebut namanya mengatakan YF suka menyapa bila berpapasan dengan warga sekitar.

Baca: Aksi Cepat Tanggap Buka Crisis Center Tragedi Kemanusiaan Wamena di Makassar

Ia juga cukup sering terlihat beribadah dan mengikuti kajian-kajian agama.

Dalam kesehariannya, YF juga terlihat sama seperti warga-warga lain pada umumnya.

Tidak ada perilaku berbeda yang ditampilkan.

"Dia sih jarang ngobrol, tapi kalau ketemu ya negor. Nongkrong ngobrol biasa, keseharian baik," ucapnya di lokasi, Senin (30/9/2019).

Para tetangga juga tidak pernah melihat YF membawa orang asing masuk ke kediamannya.

"(Bawa temen kerumah?) Nggak pernah lihat sih," ujar wanita tersebut.

Baca: Bambang Soesatyo: Kami Siap Temui Mahasiswa Mumpung Saya Masih Ketua DPR

Sepenuturan tetangga, YF sudah sedari kecil tinggal di kawasan Jelambar tersebut.

Kediamannya tersebut, kata tetangga, merupakan rumah warisan dari orangtuanya.

Di sana, YF tinggal bersama istri dan keempat orang anaknya.

"Dari kecil (tinggal), rumah ini warisannnya orang tuanya," ucap dia.

Seperti diketahui, polisi telah mengamankan enam orang karena diduga akan menyusup saat berlangsungnya aksi Mujahid 212 di Jakarta.

Polisi menciduk enam orang berinisial HAB (44), S (30), YF (50), A (43), SS (61), dan OS (42) yang diduga hendak membuat kekacauan.

Baca: 2 Pemain Baru Ini Ingin Bikin Gebrakan Baru yang Sama untuk Inter Milan

Seorang pria berinisial YF ditangkap di Jalan KH Hasyim Ashari, Cipondoh, Kota Tangerang, pada Jumat (28/9/2019) kemarin.

Dari hasil penangkapan YF di lokasi, polisi menyita satu buah handphone, KTP, dan dompet milik yang bersangkutan.

Polisi menduga YF punya peranan sebagai eksekutor pelempar bom molotov untuk menimbulkan kerusuhan di tengah Aksi Mujahid 212.

YF juga diduga menerima uang operasional dari pelaku lainnya, SS, lewat perantara OS.

Asal usul SG

Kepolisian menangkap enam orang termasuk seorang dosen IPB terkait kasus pembuatan bom molotov.

Keenam orang tersebut masing-masing berinisial AB, SG, YF, AU, OS, dan SS.

Keenamnya diduga melakukan perencanaan untuk membuat Aksi Massa Mujahid 212 Sabtu (28/9/2019) berlangsung kacau atau chaos.

Rencananya, mereka hendak melakukan pelemparan bensin, bom molotov, dan granat nanas saat aksi tersebut digelar agar situasi menjadi ricuh.

Baca: Atta Halilintar Tempuh Jalur Hukum Hadapi Tudingan Bebby Fey

Mereka ditangkap di Jalan Maulana Hasanudin, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu (28/9/2019) dini hari kemarin, sekira pukul 01.00 WIB atau sebelum aksi Mujahid 212 dilakukan.

Warta Kota mencoba menulusuri alamat seorang terduga pelaku berinisial SG (30) yang diduga bertugas untuk membuat rencana chaos dan membantu merakit bom molotov.

Dalam laporan tersebut, SG diketahui berdomisil di Jalan Kayu IV, RT 06/05, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Baca: Hotspot Menurun Drastis, KLHK Segel 62 Lahan Perusahaan yang Terbakar

Istri Ketua RT setempat yang enggan disebutkan namanya, menyatakan SG bukan merupakan warga asli yang tinggal di rumah yang tertera di KTP miliknya.

"Iya saya tahu SG, tapi dia enggak tinggal di situ. Saya masih ingat kalau dia hanya numpang alamat saja di sana," ucapnya, Minggu (29/9/2019).

Rumah tersebut didiami seorang wanita berinisial DS (47).

Di sana, ia tinggal sendiri tanpa seorang pun yang menemani.

Tak ada hubungan pertalian darah antara DS dan SG.

"Jadi yang kenal sama SG itu, saudaranya Bu DS. Dia (SG) minta tolong ke saudaranya DS untuk numpang KK, karena dulu alasannya mau nikah di sini. Biar gampang urus KUA-nya," katanya.

Permintaan tersebut dilakukan pada awal tahun 2017.

Saat itu, SG kerap bolak-balik ke rumah Ketua RT untuk mengurus dokumen kepindahan KK.

"Kami kan tanya, ini sudah izin belum ke Bu DS? Soalnya Bu DS juga bilang ke saya, nanti takut ada apa-apa. Tapi saudaranya itu yang mendesak. Katanta iya sudah izin. Jadi kami kasih surat pengantarnya. KK milik SG jadi pada Oktober 2017," tuturnya.

Baca: Rumah di Bogor Diduga Milik Dosen yang Tertangkap Simpan Bom Molotov Disegel, Ini Kesaksian Sekuriti

Selama dua tahun tersebut, SG tak pernah sekali pun mendiami rumah milik DS.

Ia tinggal di tempat lain dan tak pernah berinteraksi dengan DS.

"Ya Bu DS ini memang enggak kenal sama SG. Paling ketemu cuma sekali dua kali saja. Itu juga karena katanya SG nawarin DS bekerja di sebuah perusahaan," katanya.

Rektor IPB terkejut

 Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengaku terkejut mendengar kabar ditangkapnya dosen IPB oleh pihak kepolisian terkait pembuatan bom molotov.

"Saya terkejut sekali dengan berita tersebut," kata Arif saat dihubungi wartawan, Jakarta, Minggu (29/9/2019).

Arif mengaku, malam ini dirinya akan mendatangi Polda Metro Jaya untuk melihat dosen IPB yang ditangkap di Tangerang.

Baca: Rezky Aditya Akui Ada Pertemuan Keluarga dengan Pihak Citra Kirana

Baca: Menilik Kondisi Pos Polisi Palmerah yang Dirusak Massa, 2 Bangkai Sepeda Motor Dibiarkan Tergeletak

Baca: Janda Muda Berhubungan Badan dengan 8 Pria di Semak, Saat Diperiksa Beri Pengakuan Mengejutkan

"Malam ini saya menjenguk beliau di Polda Metro Jaya dan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya," ujar Arif.

Inisiasi pembuatan bom molotov

Polda Metro Jaya menangkap seorang dosen Universitas Negeri ternama berinisial AB.

Ia diduga menginisiasi pembuatan bom molotov untuk digunakan saat aksi Mujahid 212, Sabtu (28/9/2019).

Penangkapan dilakukan tim Jatanras Polda Metro Jaya dibantu Densus 88 Antiteror Polri.

“Polres hanya backup,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Dicky Ario Yustianto ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (29/9/2019).

Baca: Erick Thohir: Saya dan Tim Penjaring Akan Bekerja Secara Fair

Baca: 5 Cara yang Benar dan Aman Menyimpan Paspor Agar Tidak Hilang atau Rusak

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tersangka diamankan di Jalan Jalan Maulana Hasanudin, Kecamatan Cipondoh, Tangerang Kota, Sabtu, (28/9/2019) sekitar pukul 01.00 WIB.

Dosen tersebut disebut menyimpan bom molotov di rumahnya di Pakuan Regency Linngabuana, Margajaya, Bogor Barat.

AB ditangkap ketika sedang keluar dari rumah Laksamana SS di Perum Taman Royal 2, Kota Tangerang.

Barang bukti yang disita petugas salah satunya bom molotov siap pakai untuk aksi massa berjumlah 29 buah.

“Kami juga tidak diperbolehkan untuk mengambil dokumentasi,” kata Dicky.

Informasinya, para pelaku yang diamankan yakni AB, SG, YF, AU, OS dan SS.

Baca: Spesifikasi dan Harga Oppo A9 2020, Ponsel dengan 4 Kamera Kapasitas Battery 5000 mAh

Mereka memiliki peran berbeda.

Barang bukti yang disita yakni 29 bahan peledak jenis bom molotov, handphone, KTP dan dompet.

Polisi pun saat ini tengah mendalami dan melakukan proses penyelidikan lebih lanjut.

“Kami dari pihak Polres hanya back up saja. Petugas yang turun Jatanras Krimum dan Densus,” ujar Dicky.

Baca: Ramalan Zodiak Besok, Senin 30 September 2019: Virgo Perlu Kerja Keras, Aries Butuh Kesunyian

Dikonfirmasi terpisah, Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra enggan berkomentar banyak.

“Mungkin mau diberikan keterangan besok secara resmi,” kata Asep kepada wartawan, Minggu (29/9/2019).

Ditanya lebih lanjut apakah yang ditangkap itu dosen IPB, lagi-lagi dia mengelak.

“Itu secara resmi besok (Senin) akan disampaikan. Kan, e, biasanya lalu dikonfirmasi lagi. Jadi enggak bisa disampaikan sepenggal-sepenggal, nanti keliru. Sabar aja ya,” kata Asep.

Penulis: Rangga Baskoro

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Salah Satu Terduga Dalang Recana Kerusuhan Aksi Mujahid 212 Ternyata Menumpang Alamat KTP 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas