Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Fakta-fakta Penarikan Ranitidin dari Pasaran, Masyarakat Tak Perlu Panik hingga Obat Pengganti

Belum lama ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik obat tukak lambung dan usus, ranitidin, dari peredaran.

Fakta-fakta Penarikan Ranitidin dari Pasaran, Masyarakat Tak Perlu Panik hingga Obat Pengganti
Freepik
ILUSTRASI OBAT - Daftar Obat Lambung Ranitidin yang Ditarik BPOM karena Berpotensi Memicu Kanker 

TRIBUNNEWS.COM - Belum lama ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik obat tukak lambung dan usus, ranitidin, dari peredaran.

Penarikan ranitidin dilakukan karena kandungan aktif nitrosodimethylamine (NDMA) yang disinyalir bersifat karsinogenik atau berpotensi memicu kanker.

Berikut TribunPalu.com merangkum fakta seputar penarikan obat Ranitidin dari peredaran oleh BPOM dari Kompas.com dan Tribunnews.com.

1. Fungsi ranitidin.

Menurut Pakar Farmakologi & Clinical Research Supporting Unit FKUI Dr Nafrialdi, ranitidin adalah obat yang digunakan untuk menekan produksi asam lambung.

"Fungsi utama ranitidin ialah untuk mengurangi produksi asam lambung. Obat yang mengandung ranitidin biasanya digunakan untuk mengobati sakit maag," kata Aldi, Senin (7/10/2019).

Ranitidin pada umumnya dibuat berbentuk tablet, injeksi dan juga sirup untuk anak.

Menurut Dr Nafrialdi, sebenarnya ranitidin dibeli sesuai resep dokter.

Namun pada kenyataannya, ranitidin dijual secara bebas di pasaran.

"Semestinya (membeli ranitidin) harus pakai resep (dari) dokter. Tapi di negeri kita banyak jenis obat yang bisa dibeli tanpa resep, termasuk ranitidin ini," ujarnya.

Dr Nafrialdi juga mengatakan, efek samping ranitidin sangat minimal, bahkan tidak teramati.

Halaman selanjutnya

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas