Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jusuf Kalla Beri Catatan Terkait Persoalan Bangsa Saat Bertemu Mahfud MD Cs

Wakil Presiden Jusuf Kalla membeberkan catatan terkait persoalan bangsa saat menerima Mahfud MD, Salahuddin Wahid (Gus Sholah), Alwi Shihab

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Jusuf Kalla Beri Catatan Terkait Persoalan Bangsa Saat Bertemu Mahfud MD Cs
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD, Salahuddin Wahid (Gus Sholah), Alwi Shihab, Alissa Wahid dan Romo Benny Susetyo, sambangi di kediaman dinas Wapres JK, Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019) sore. 

Tito mengatakan acara ini adalah wujud penghargaan dan penghormatan Korps Bhayangkara atas pengabdian JK selama menjabat. 

Ia pun menyinggung bahwa sosok JK kerap dikenal sebagai mediator dalam berbagai konflik. Tak hanya itu, Tito menilai JK sebagai pengusaha sukses yang bersih. 

"Beliau mediator dalam berbagai konflik. Beliau adalah pengusaha yang sukses, bukan pengusaha sukses biasa, tapi konglomerasi yang sukses dan bersih," ujar Tito, dalam sambutannya, di Auditorium PTIK, Jl Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2019).

Baca: Mufidah Kalla Ungkap Jusuf Kalla Selalu Tidak Mau Berpakaian Sama Dengannya, Singgung Pemain Band

Mantan Kapolda Metro Jaya itu berkali-kali memuji suami dari Mufidah Jusuf Kalla tersebut.

Baginya, profesionalisme JK membuat yang bersangkutan kerap dipercaya mengemban jabatan strategis sehingga karir politiknya pun terbilang sukses. 

"Beliau adalah birokrat yang sangat matang, pernah jadi Kabulog, Menko (Menteri Koordinator). Yang fenomenal, satu-satunya wakil presiden yang menjabat dua kali," kata dia. 

Lebih lanjut, jenderal bintang empat itu turut mencermati bahwa sosok JK sangatlah diterima di semua kalangan.

Rekomendasi Untuk Anda

Bahkan dari kalangan garis keras yang berseberangan pendapat pun tetap menerima JK.

"Beliau juga aktif dalam DMI, yang ngurus masjid di Indonesia. Jadi di mana saja diterima, NU kader, di Muhammadiyah beliau tokoh. Termasuk di kalangan garis keras, bisa diterima juga. Meskipun tidak harus satu pendapat," tandasnya.

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas