Dubes RI Tantowi Yahya Bantah Bantuan Indonesia ke Asia Pasifik untuk Redam Isu Papua
Sebelumnya, Indonesia resmi mendirikan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) atau Indonesian Agency for International Development
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Duta Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru, Samoa, dan Tonga, Tantowi Yahya, membantah adanya bantuan luar negeri dari Indonesia ke Asia Pasifik untuk meredam isu Papua.
Sebelumnya, Indonesia resmi mendirikan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) atau Indonesian Agency for International Development (Indonesian AID).
LDKPI terbentuk atas kerja sama 4 (empat) institusi, yakni Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Sekretariat Negara, dan Bappenas.
“Janganlah niat kami (bantuan luar negeri Indonesia) selalu dikaitkan dengan politik. Bantuan ini tidak ada kaitannya dengan itu” tegasnya dalam keterangannya, pada Jumat (25/10/2019).
Baca: Yusril Telah Berkeringat Bela Jokowi-Maruf di MK, PBB Ikhlas Tak Dapat Jatah
Dia menambahkan alasan Indonesia mendirikan lembaga tersebut adalah sebagai lembaga penerima bantuan dan hutang dari banyak negara.
LDKPI merupakan, platform baru bagi Pemerintah Indonesia dalam rangka menyalurkan bantuan luar negeri yang saat ini berjumlah sekitar USD 212 juta (setara Rp 2,5 triliun) dengan mekanisme yang lebih mudah, akuntabel dan satu pintu.
"Bantuan luar negeri RI dapat membangun solidaritas yang erat kepada negara berkembang lain, terutama yang terkena bencana alam. Saat ini dana yang tersedia berjumlah 2.5 Triliun Rupiah dalam bentuk endowment fund. Nantinya akan bertambah sampai 10 Triliun di akhir 2021," jelasnya.
Dubes Tantowi menjelaskan bantuan yang akan disalurkan akan berupa dana pembangunan kapasitas manusia, bantuan pembangunan infrastruktur dan bantuan kemanusiaan.
"Dalam kerangka Indonesian AID ini, kedepannya untuk negara-negara di kawasan Pasifik, bantuan akan diberikan dibawah skema Regional Strategic Partnership" jelas Tantowi.
Tantowi menambahkan bahwa suatu kebanggaan bagi rakyat Indonesia jika Indonesian AID nantinya bisa sejajar dengan lembaga internasional lainnya seperti US AID, NZ AID, dan Australian AID.
Diketahui, sejumlah negara dari kawasan Pasifik, Afrika, maupun Asia Tengah diketahui telah menerima bantuan luar negeri Indonesia.
Pemerintah Indonesia telah menyelenggarakan tidak kurang dari 1.000 program kerja sama teknik dalam kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) dalam tiga bidang utama, yaitu pembangunan, good governance, dan ekonomi.
5 negara di Pasifik telah menerima bantuan kita yakni Fiji, Salomon Islands, Nauru, Tuvalu dan Kiribati.