Jokowi Gelar Rapat Terbatas Perdana, Antisipasi Menghadapi Resesi 2020
Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas perdana dengan para menterinya dengan topik "Penyampaian Program dan Kegiatan di Bidang Perekonomian".
Penulis:
Nidaul 'Urwatul Wutsqa
Editor:
Pravitri Retno W
Yaitu India, China, Korea Selatan, Jepang, Australia, dan New Zealand.
Menurutnya, hal tersebut berkaitan dengan peningkatan nilai ekspor.
Tidak hanya itu, Presiden Jokowi juga meminta jajarannya mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak yang memberikan dampak besar terhadap defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan.
"Kuncinya ada di yang pertama, peningkatan ekspor dan substitusi barang-barang impor, yang kedua yang sangat penting ada juga investasi."
"Artinya apa, ekspor dan investasi, peningkatan ekspor, peningkatan investasi adalah kunci dari kegiatan kita di bidang ekonomi," tandas Jokowi.
Disisi lain, Jokowi mengingatkan pentingnya membereskan aturan yang tumpang tindih mengenai regulasi dalam bidang perekonomian dalam negeri.
Ia menjelaskan, satu diantara cara membereskannya adalah dengan menyelesaikan omnibus law yang akan merevisi sekaligus beberapa regulasi.
"Ini sudah kita mulai mungkin dua bulan yang lalu. Ada 74 undang-undang di situ yang akan kita kerjakan."
"Segera kita identifikasi, segera dipangkas, sehingga betul-betul apa yang tadi di depan saya sampaikan ini betul-betul bisa kita kerjakan secara cepat," jelasnya.
Sebelumnya, hal tersebut pernah Jokowi sampaikan pada pidato awal masa jabatan periode kedua di MPR, 20 Oktober 2019 lalu. (*)
(Tribunnews.com/Nidaul 'Urwatul Wutsqa)