Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ramai Dana 'Desa Siluman, Hendrawan Supratikno: Bukan Sesuatu yang Mengejutkan

Ramai terkait 'desa siluman' yang mendapatkan dana desa, Anggota Komisi XI DPR Hendrawan Supratikno menganggap ini bukan hal yang mengejutkan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Isnaya Helmi Rahma
Editor: bunga pradipta p
zoom-in Ramai Dana 'Desa Siluman, Hendrawan Supratikno: Bukan Sesuatu yang Mengejutkan
Tribunnews.com/Adiatmaputra Fajar
Hendrawan Supratikno- Ramai terkait 'desa siluman' yang mendapatkan dana desa, Anggota Komisi XI DPR Hendrawan Supratikno menganggap ini bukan hal yang mengejutkan. 

TRIBUNNEWS.COM – Ramai kabar terkait 'desa siluman' yang mendapatkan dana desa dari pemerintah, Anggota Komisi XI DPR Hendrawan Supratikno menganggap ini bukan hal yang mengejutkan.

Hendrawan menilai adanya dana – dana yang fiktif dalam anggaran merupakan hal yang biasa.

Dilansir dari kanal YouTube KompasTV, Rabu (6/11/2019), ia memberikan penjelasannya.

“Saya kira jangan terlalu seperti orang terkejut saja.” 

Fiktif – fiktif  ini biasa dalam permainan pembobolan anggaran,” ujar Hendrawan 

Menurutnya adanya dana yang besar pasti akan dimanfaatkan oleh oknum – oknum tidak bertanggung jawab.

Hendrawan meminta  aparat pemerintah hingga Badan Pengawas Keuangan (BPK) untuk terus memeriksa  penggunaan dana desa.

Rekomendasi Untuk Anda

“Itu tugas insperktorat pemeriksaan baik aparat pemerintah yang mengawasi itu, sistem pengendalian internal, BPK sebagai audit eksternalnya yang harus memeriksa terus,” ungkapnya.

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno (Rizal Bomantama/Tribunnews.com)

Anggota komisi XI ini mengungkapkan jika tidak dicermati maka akan banyak oknum yang memanfaatkan dana tersebut.

“Sebab kalo tidak (diperiksa), siapa si orang  yang tidak suka mendapatkan dana yang lebih besar dengan program – program yang terkadang fiktif,” ungkapnya.

Hendrawan menyebut perlu adanya perubahan asumsi di diri masyarakat saat ini.

Jangan terkejut dengan hal seperti penyalahgunaan kesempatan maupun jabatan.

“Asumsi kita ini harus berubah ya, asumsi kita harusnya orang akan cenderung menyalahgunakan kesempatan dan kewenangan yang dimiliki,” ungkap Hendrawan.

Menurutnya, kita harus terkejut jika tidak ada yang menyalahgunakan wewenang tersebut.

“Justru kita harus heran kalau tidak ada yang menyalahgunakannya,” ujarnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas