Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rapat Perdana dengan Komisi I DPR, Prabowo Sebut Kebijakan Tak Boleh Berdasar Doa dan Harapan

Menhan, Prabowo Subianto menyatakan jika dalam proses perumusan kebijakan di bidang pertahanan tidak boleh berdasarkan doa dan harapan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Rapat Perdana dengan Komisi I DPR, Prabowo Sebut Kebijakan Tak Boleh Berdasar Doa dan Harapan
Screenshot dari channel YouTube DPR RI
Menteri Pertahan (Menhan), Prabowo Subianto@ channel YouTube DPR RI 

Bersama jajarannya, Prabowo akan menentukan arah kebijakannya berdasarkan doktrin hankamneg.

Doktrin hankamneg menyebut pertahanan dilakukan secara devensif bukan offensive.

Doktrin ini berarti kebijakan pertahanan berfokus untuk menjaga wilayah negara dari gangguan negara lain.

"Kita bertahan menjaga kedaulatan, kita tidak berniat mengganggu bangsa lain," jelas mantan jenderal kopasus ini.

Konsep pertahanan rakyat semesta juga akan menjadi konsen dari Menhan Prabowo Subianto.

Ia menjelaskan bangsa Indonesia masih kalah dengan negara lain di bidang teknolgi.

Namun seandainya terjadi peperangan, pertahanan rakyat semesta akan menjadi solusi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Itu doktrin Indonesia selama ini, lahir dari bangsa kita, semua warga negara berhak dan wajib bela negara," ungkap Prabowo.

Baca: Jelang Pilkada Solo, Gibran Mulai Blusukan ke Masyarakat

Visi dan Misi Menhan

Dalam kesempatan tersebut Prabowo juga membeberkan visi dan misinya dalam menjalankan tugas sebagai Menteri Pertahanan.

Visi

Terwujunnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

Misi

1. Meningkatkan kualitas manusia Indonesia.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas