Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penolakan Ahok Jadi Bos BUMN, Arya Sinulingga Menduga Dilandaskan 2 Hal

Staff Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menilai ada upaya politisasi di balik penolakan terhadap rencana penunjukan Ahok sebagai petinggi BUMN.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Penolakan Ahok Jadi Bos BUMN, Arya Sinulingga Menduga Dilandaskan 2 Hal
Kompas TV - KOMPAS.com / Kristianto Purnomo
Arya Sinulingga dan Ahok 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian BUMN menilai ada upaya politisasi di balik penolakan terhadap rencana penunjukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai pimpinan salah satu perusahaan BUMN.

Staff Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menilai Ahok memiliki kreditibilitas yang baik dan dianggap mampu bekerja secara transparan.

Arya Sinulingga menduga penolakan Serikat Pekerja Pertamina dilandaskan 2 hal:

1. Ketakutan terhadap pekerja bahwa Ahok akan membersihkan birokrasi dalam BUMN.

2. Bersifat politik.

Baca Juga: Saat Bersama Ahok Biasa Tampil Polos Minim Riasan, Gaya Terkini Veronica Tan Disebut Mirip Artis

Sebelumnya, penolakan terhadap Ahok disampaikan oleh Ketua Serikat Pekerja Pertamina, dilansir dari kanal Youtube KompasTV, Minggu (17/11/2019).

Rekomendasi Untuk Anda

Staff Khusus Menteri BUMN juga mengutamakan orang-orang yang profesional untuk menempati posisi strategis didalamnya.

Dilansir kanal YouTube Talk Show tvOne, Sabtu (16/11/2019), mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli, juga menolak atau tidak setuju Ahok menjadi bos BUMN.

Rizal Ramli mengatakan Ahok tidak memiliki cooperate experience atau tidak memiliki pengamalan cooperate yang baik.

Baca Juga: Buya Syafii Maarif Tak Permasalahkan Ahok Pernah Dipenjara: Dia Banyak Belajar

"Padahal masih banyak anak-anak muda yang punya pengalaman eksekutif yang bagus termasuk temen-temen Tionghoa banyak yang bagus-bagus ya kan." ujarnya.

"Itu akan memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar daripada Ahok yang modalnya keributan doang," tambahnya.

Ia juga mengatakan Ahok mempunyai rekam jejak yang tidak baik.

Mulai dari kasus keuangan seperti pembelian Rumah Sakit Sumber Waras, pembelian tanah di Cengkareng dari DKI Jakarta, dan kasus bus Trans Jakarta.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas