Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Nadiem Makarim Jelaskan 2 Poin Penting dari Pidato Hari Guru: Merdeka Belajar dan Guru Penggerak

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menjelaskan 2 (dua) poin terpenting dalam pidatonya di Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2019.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nidaul 'Urwatul Wutsqa
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Nadiem Makarim Jelaskan 2 Poin Penting dari Pidato Hari Guru: Merdeka Belajar dan Guru Penggerak
Tangkap Layar YouTube Kompas TV
Nadiem Makarim Sampaikan Pidato Hari Guru Nasional, 25 November 2019 di Kemendikbud.(Tangkap Layar YouTube Kompas TV) 

Lebih lanjut, ia mengatakan peran guru penggerak nantinya akan mengambil tindakan-tindakan tanpa disuruh, tanpa diperintah, untuk melakukan yang terbaik bagi muridnya," jelasnya.

Selain dua poin yang ia sebutkan, dirinya juga menjelaskan peran penting orang tua kepada anak.

Tak hanya guru penggerak saja, namun peran orang tua juga dapat sebagai penggerak sang buah hatinya.

"Bahkan ada juga yang namanya orang tua penggerak, itu juga sama, filsafatnya sama. Semua yang terbaik untuk anak."

Menurut Nadiem, pemerintah harus membantu memerdekakan si guru-guru penggerak untuk melakukan berbagai macam inovasi.

Dirinya menyampaikan, dalam berinovasi pun tak harus sukses, sebab itulah kuncinya inovasi.

Melansir dari TribunJateng, dalam teks pidato Nadiem yang viral tersebut ia berjanji tak akan memberi janji kosong kepada ratusan guru.

Rekomendasi Untuk Anda

Diketahui Teks pidato Nadiem sebanyak 2 halaman itu rencananya akan dibacakan saat upacara peringatan Hari Guru Nasional 2019.

Teks Pidato Nadiem Makarim
Teks Pidato Nadiem Makarim dalam Peringatan Hari Guru Nasional 2019

Kemudian, saat diunggah dalam akun Twitter Kemendikbud (@kemendikbud_RI), teks pidato tersebut menyedot perhatian publik.

Selanjutnya, dalam teks pidatonya tersebut ia menyampaikan rasa simpatinya untuk para guru di Indonesia karena tugas mulia yang mereka emban juga diikuti oleh aturan-aturan yang justru menyulitkan tugas mereka.

Selain itu, Nadiem memandang tugas administratif yang dibebankan kepada para guru menghambat mereka untuk membantu para murid yang mengalami ketertinggalan di kelas.

Kurikulum yang terlalu padat dan kurangnya kepercayaan untuk berinovasi, dinilai Nadiem juga menghambat para guru untuk berkarya demi kesuksesan anak didiknya.

Ia berjanji tidak akan memberi janji-janji kosong kepada seluruh guru di Indonesia, serta akan tetap berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Ia juga meminta para guru untuk melakukan perubahan kecil di kelas tanpa menunggu perintah.

Masih dalam pidatonya, Nadiem mengatakan perubahan kecil terus bisa dilakukan dengan cara berikut:

  • Mengajak kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
  • Memberikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas.
  • Mencetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
  • Menemukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
  • Menawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan

"Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak," tutup Nadiem sebelum memberikan ucapan Selama Hari Guru dalam pidatonya. (*)

(Tribunnews.com/Nidaul 'Urwatul Wutsqa)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas