Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kementerian BUMN Inginkan Keterbukaan, Arya Sinulingga Sebut Andalkan Para Warganet

Arya Sinulingga mengatakan Kementerian BUMN sedang melakukan perubahan untuk menjadi lebih terbuka.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Febia Rosada Fitrianum
Editor: Sri Juliati
zoom-in Kementerian BUMN Inginkan Keterbukaan, Arya Sinulingga Sebut Andalkan Para Warganet
Reza Deni/Tribunnews.com
Stafsus BUMN Arya Sinulingga di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019). 

"Mari kita manfaatkan ini, keterbukaan. Kita manfaatkan peran Pak Ahok akan bisa mengontrol Pertamina agar jalannya semakin baik," tambahnya.

Meski demikian, perubahan Kementerian BUMN untuk lebih terbuka terutama dalam mengabarkan soal komisaris dan direksi dikritisi oleh Pengamat Politik, Hendri Satrio.

Hendri Satrio menyampaikan Kementerian BUMN dapat dengan mudah memanggil Ahok, tanpa harus mengumumkan kepada publik mengenai hal ini.

Hendri Satrio Kritisi Keterbukaan Kementerian BUMN
Hendri Satrio mengatakan Kementerian BUMN dapat dengan mudah memanggil Ahok tanpa harus mengumumkan kepada publik mengenai hal ini.

Sehingga Hendri Satrio memikirkan ada yang janggal dari awal muncul wacana Ahok akan menjadi petinggi BUMN.

Menurutnya, wacana tersebut hanyalah pengalihan isu atau cek ombak ke masyarakat luas ketika nama Ahok dimunculkan kembali.

"Jadi pada saat pertama kali muncul isu Ahok di permukaan, yang kemudian tiba-tiba dimunculkan oleh Kementerian BUMN."

"Pertama kali yang ada dipikiran saya, 'Ini ada apa sih?'" jelas Hendri Satrio.

Rekomendasi Untuk Anda

"Apa cuma pengalihan isu atau hanya tasting the water saja."

"Kan sebetulnya bisa Kementerian BUMN panggil Ahok kemudian nggak usah pengumuman ke publik. Tapi kan ini diumumkan."

Sehingga menurut Hendri Satrio, memunculkan kembali nama Ahok seperti ingin mengetahui persepsi dan penerimaan publik.

Hal tersebut dikarenakan Ahok telah menyelesaikan masa hukumannya terkait permasalahan penistaan agama beberapa waktu lalu.

(Tribunnews.com/Febia Rosada Fitrianum)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas