Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Panitia Reuni 212: Persiapan Sudah 90 persen, Terima Kasih Polda dan Pemprov

Ketua Panitia Reuni 212 Awit Masyhuri mengkalim persiapan acara sudah 90 persen dan mengucapkan terima kasih kepada Polda dan Pemprov atas izinnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rica Agustina
zoom-in Panitia Reuni 212: Persiapan Sudah 90 persen, Terima Kasih Polda dan Pemprov
Tribunnews/JEPRIMA
Jemaah Munajat 212 saat melaksanakan Salat Magrib di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019). 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Panitia Reuni 212, Awit Masyhuri mengklaim persiapan acara sudah 90 persen.

Ia menyebutkan, panita sudah mengantongi izin dari Kepolisian Daerah (Polda) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Awit Masyhuri juga berterima kasih kepada Polda dan Pemprov karena telah mengizinkan acara munajat dan maulid akbar Reuni 212.

"Persiapan panitia Maulud Agung dan Reuni 212 telah mencapai 90 persen, sejumlah perizinan dan rekomendasi telah dikantongi panitia," ungkap Awit Masyhuri dilansir dari kanal YouTube KompasTV, Jumat (29/11/2019).

Rencananya, Reuni 212 akan digelar tanggal 2 Desember 2019, di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Ketua Presidium Alumni (PA) 212, Slamet Maarif menyatakan, tujuan Reuni 212 yakni untuk menjaga spirit 212, melawan penista agama, dan menegakkan keadilan di Indonesia.

Dalam acara tersebut, nantinya akan di isi dengan kegiatan zikir, munajat, dan tausiah.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau tuntutan itu kan bentuknya demo, kita minta ketemu, minta audensi. Ini kan tidak, bentuknya kita dzikir, munajat, dan tausiah, jadi bukan tuntutan," kata Slamet Maarif dilansir dari kanal YouTube TvOneNews, Selasa (26/11/2019).

Pertama kali Aksi 212 diselenggarakan karena adanya kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pada Reuni 212, 2 Desember 2019 mendatang, dilakukan karena pelecehan agama yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri.

Ketika disinggung keterkaitan Reuni 212 dengan urusan politik, Maaruf membantah hal itu.

Slamet Maarif
Slamet Maarif (Tribunnews.com/ Reza Deni)

Menurutnya urusan politik sudah selesai dan Reuni 212 tidak mempunyai target politik.

Pada Reuni 212 mendatang, Maaruf mengungkapkan panitia tidak mengundang tokoh politik.

"Untuk tahun ini kita tidak mengundang tokoh politik, dari partai manapun kita tidak mengundang, secara umum semua umat Islam dan semua bangsa Indonesia kita undang," katanya.

Namun, apabila ada tokoh politik yang hadir, Panitia Reuni 212 tetap akan menghormatinya sebagai tamu.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas