Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Respons Sejumlah Tokoh Sikapi Keputusan Bobby Nasution Maju Pilkada, Moeldoko hingga Andre Rosiade

Bobby telah mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Wali Kota Medan, secara langsung, ke DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Sumut

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Ifa Nabila
zoom-in Respons Sejumlah Tokoh Sikapi Keputusan Bobby Nasution Maju Pilkada, Moeldoko hingga Andre Rosiade
Instagram @andrerosiade dan @ayangkahiyang
Kolase foto Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu - Andre Rosiade. 

Meski berpendapat demikian, Andre berujar belum tentu keduanya bisa menang di pilkada Solo dan Medan.

Kemudian dia menegaskan, karena semua keputusan akhirnya akan dikembalikan ke tangan rakyat, baiknya tidak perlu menghalangi hak yang dimiliki Gibran dan Bobby untuk maju pilkada.

"Tapi kalau ada sekelompok masyarakat yang bilang ini bagian dari politik dinasti lumrah juga, tapi sekali setiap warga negara termasuk Mas Gibran dan Mas Bobby punya hak yang sama dengan siapapun untuk berpartisipasi mengikuti Pilkada," ujarnya menegaskan.

Kemudian Andre mengatakan dirinya menghormati pilihan Bobby dan Gibran yang ingin masuk dan ikut Pilkada.

Namun dia mengingatkan, semua keputusan kembali berpulang kepada pilihan rakyat.

"Jadi terserah rakyat Solo atau rakyat Medan, mau memenangkan mereka berdua atau tidak, pilihan ada di tangan rakyat. Kita tunggu saja hasil pilkadanya seperti apa," ujar Andre Rosiade.

Kolase foto Bobby Nasution, Ayang, dan Andre
Kolase foto Bobby Nasution, Ayang, dan Andre (Instagram @andrerosiade dan @ayangkahiyang)

4. Pangi Syarwi - Pengamat Politik

Rekomendasi Untuk Anda

Pangi Syarwi Chaniago sebagai pengamat politik menilai masuknya Gibran dan Bobby ke dunia politik, tak lain untuk membangun dinasti politik.

Hal ini diutarakan Pangi saat dihubungi Tribunnews.com pada Rabu (4/12/2019).

Menurut Pangi, jika melihat masuknya keluarga Jokowi ke kancah politik dari segi sentimen atau citra publik, maka publik akan banyak yang menyatakan keputusan itu kurang tepat.

"Yang jelas adalah kalau dari segi sentimen atau citra publik, tentu banyak yang menyatakan kurang tepat," ujarnya.

Pendiri dan CEO Voxpol Center Research and Consulting itu menambahkan, publik akan menafsirkannya sebagai langkah membangun politik dinasti dan memanfaatkan jabatan presiden.

"Dianggap ini hanya akan membangun dinasti politik, tidak baik bagi citra Pak Jokowi sendiri, dianggap memanfaatkan jabatan presiden untuk memuluskan (usaha pencalonan wali kota) misalnya Gibran dan Bobby," tutur Pangi.

Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu menjelaskan, terdapat perbedaan tafsir antara publik dan elite.

"Jadi tafsir publik dengan tafsir elite itu berbeda," tegasnya.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas