NasDem Sepakat Sikap Jokowi Tak Teruskan Amandemen UUD 45
Sekretaris Jenderal NasDem Johnny G Plate mengatakan, Presiden telah menyampaikan lebih baik saat ini semua pihak fokus menjaga kondisi dalam negeri
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai NasDem setuju dengan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 tidak diteruskan, karena melebar ke wacana lain.
Sekretaris Jenderal NasDem Johnny G Plate mengatakan, Presiden telah menyampaikan lebih baik saat ini semua pihak fokus menjaga kondisi dalam negeri tetap stabil, di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Jadi kami setuju dengan pendapat itu," ujar Johnny di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/12/2019).
Baca: Munculkan Wacana Presiden 3 Periode, Nasdem Tegaskan Tidak Sedang Cari Muka
Menurutnya, rencana amandemen UUD 1945 sudah melebar dari fokus utamanya yaitu menghidupkan kembali Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan memang tidak tepat lagi jika diteruskan pembahasannya pada saat ini.
"Ada waktunya nanti, kan tidak harus buru-buru sekarang," paparnya.
Terkait usulan masa jabatan presiden tiga periode atau maksimal 15 tahun, Jhonny menegaskan wacana itu bukan usulan NasDem, tetapi berasal dari masyarakat.
Baca: Nasdem: Pak Jokowi Jangan Terlalu Baper
"Itu sudah berkembang dari masyarakat, lalu disampaikan kepada masyarakat. Karena apa? undang-undang dasar enggak boleh elitis dan keputusan elit saja. Itu prinsip NasDem," katanya.