Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Selain Ramai Kasus Harley Davidson, di Kargo Garuda juga Pernah Ditemukan Mobil Ferrari

Beredar sebuah video memperlihatkan mobil mewah merek Ferrari keluar dari kargo pesawat Garuda Indonesia di penerbangan GA086.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Sri Juliati
zoom-in Selain Ramai Kasus Harley Davidson, di Kargo Garuda juga Pernah Ditemukan Mobil Ferrari
AIRBUS
Beredar sebuah video memperlihatkan mobil mewah merek Ferrari keluar dari kargo pesawat Garuda Indonesia di penerbangan GA086. 

"Setuju banget (atas pemecatan Dirut Garuda). Memang kalau kita lihat Dirut Garuda yang sekarang ini tidak pro kepada industri pariwisata," ujar Iqbal, seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Selain tidak pro dengan industri pariwisata, Iqbal menilai jika Ari Askhara juga tidak pro dengan kru kabin pesawat Garuda Indonesia.

Hal tersebut terbukti dengan adanya karangan bunga ucapan terima kasih kepada Erick Thohir.

Sejumlah karangan bunga menghiasi lobi utama kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta pusat, Jumat (6/12). Karangan bunga tersebut bertuliskan ucapan selamat dan dukungan kepada Menteri BUMN Erick Thohir. Tertulis juga nama pengirim yang mengatasnamakan Keluarga Karyawan Garuda Indonesia. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)
Sejumlah karangan bunga menghiasi lobi utama kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta pusat, Jumat (6/12). Karangan bunga tersebut bertuliskan ucapan selamat dan dukungan kepada Menteri BUMN Erick Thohir. Tertulis juga nama pengirim yang mengatasnamakan Keluarga Karyawan Garuda Indonesia.(Wartakota/Angga Bhagya Nugraha)

"Bisa dilihat dia juga tidak pro kepada kru kabinnya sendiri dari banyaknya karangan bunga ucapan terima kasih pada Erick Thohir," ujar Iqbal.

Menurut Iqbal, Garuda Indonesia saat ini seperti berada di zona nyaman, tidak peduli dengan industri pariwisata yang saling memberi sokongan dengan maskapai.

"Merasa hebat, merasa super power, tidak butuh bantuan. Bentuknya kartel, apalagi dengan masuk Sriwijaya lalu keluar lagi. Merasa tidak peduli dengan harga tiket domestik yang begitu mahal," jelas Iqbal.

Selain Iqbal, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani juga mengaku bahagia atas pemecatan Ari Askhara.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Hariyadi, selama Ari Askhara menjabat Dirut Garuda Indonesia, kerap menghambat perusahaan swasta untuk mendistribusikan minyak jenis avtur.

Dengan harga tiket pesawat dan tarif kargo, kata Hariyadi, juga membuat industri pariwisata merasa sulit.

Dirjen Perhubungan Udara Tak Masalahkan Pemecatan Ari Askhara

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Polana B Pramesti menyebut pemecatan Ari Askhara menjadi Dirut Garuda tidak menjadi sebuah masalah.

Sebab, operasional Garuda Indonesia masih bisa berjalan selama ada direktur kunci itu.

"Yang penting buat kami sih key person-nya masih ada seperti yang lama. Jadi yang kita pegang adalah key person-nya, ya."

"Direktur Operasi, Direktur Teknik, dan Direktur Safety. Oke itu saja," kata Polana, seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Polana mengakui pihaknya telah mendengar laporan adanya ketidaksesuaian antara kargo pesawat baru Garuda yang diterbangkan dari Prancis dengan ketentuan yang berlaku.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas