Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penghapusan Ujian Nasional

Arif Rahman Dukung Nadiem Makarim Hapus UN

Karena fasilitas pendidikan dan guru yang disediakan pemerintah berbeda-beda di setiap daerah.

Arif Rahman Dukung Nadiem Makarim Hapus UN
dok. ICANDO
Nadiem Makarim menyikapi hasil PISA 2018. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat pendidikan Arif Rahman Hakim mengapresiasi keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim menghapus Ujian Nasional (UN) mulai 2021.

Karena fasilitas pendidikan dan guru yang disediakan pemerintah berbeda-beda di setiap daerah.

"Kalau UN dilakukan kepada fasilitas yang disediakan pemerintah yang berbeda-beda, itu kan tidak adil. Maka UN itu tidak tepat untuk dilakukan secara umum," ujar Arif Rahman Hakim melalui sambungan telepon kepada Tribunnews.com, Rabu (11/12/2019).

"Karena itu saya pikir memang tepat UN dihapuskan sebagai evaluasi seluruh Indonesia," tegas Arif Rahman Hakim.

Baca: Pengamat Pendidikan Sebut Penghapusan UN Langkah Baik: UN Telah Membuat Disorientasi Pendidikan

Dia mengatakan, sudah sejak lama menyuarakan agar UN dihapuskan dari dunia pendidikan di Indonesia.

Bagaimana dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter sebagai pengganti UN?

Menurut dia, memang perlu ada standar kemampuan minimum yang harus dikuasai oleh setiap anak-anak didik seluruh Indonesia.

Standar kemampuan minumum itu harus dimiliki seorang siswa untuk naik ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

"Misalnya dinyatakan dia lulus dari SMA "A" di Jawa. Lalu di Papua, ada siswa lulus SMA. Mereka dinyatakan lulus setelah dinilai kemampuan minimumnya. Minimum seorang siswa itu menguasai 10 pokok bahasan dari 16 yang ada, umpanya. Itu minimum. Dan itu harus dikuasi para peserta didik," jelasnya.

Kalau tidak menguasai kemampuan minimum, maka seorang anak didik tidak punya kemampuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yakni SD ke SMP, SMP ke SMA dan SMA ke Perguruan Tinggi.

Halaman
123
Ikuti kami di
Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas