Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Nadiem Makarim Pilih Literasi dan Numerasi dalam Program Asesmen: Dasar dari Semua Mata Pelajaran

Nadiem Makarim menjelaskan alasan dari pemilihan topik Literasi dan Numerasi, untuk program pengganti ujian nasional (UN) 2021 mendatang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Nadiem Makarim Pilih Literasi dan Numerasi dalam Program Asesmen: Dasar dari Semua Mata Pelajaran
Warta Kota/henry lopulalan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Rapat kerja tersebut membahas sistem zonasi dan Ujian Nasional (UN) tahun 2020, serta persiapan pelaksanaan anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menjelaskan alasan dari pemilihan topik Literasi dan Numerasi, untuk program pengganti ujian nasional (UN) 2021 mendatang.

Program pengganti ujian nasional itu bernama Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

Nadiem menyampaikan kedua topik dari program terbaru itu akan mencakup semua mata pelajaran.

Sehingga topik Literasi dan Numerasi yang diangkat oleh Kemendikbud ini sudah mendasar.

Saat menjelaskan program Asesmen ini di hadapan Dewan Pimpinan Rakyat (DPR) Komisi X, Nadiem pun menyampaikan alasan pemilihan dari dua topik tersebut.

"Kenapa kita pilih literasi numerasi? karena ini area fundamental di mana semua mata pelajaran," ujar Nadiem Makarim di Ruang Rapat DPR Komisi X, Kamis (12/12/2019), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Sehingga menurut Nadiem Makarim, dua topik ini bisa diaplikasikan secara nyata.

Rekomendasi Untuk Anda

"Hanya bisa mencapai pembelajaran yang real, kalau dia bisa memahami logikanya literasi dan numerasi," jelasnya.

"Jadi seperti kompetensi inti untuk bisa belajar apapun," lanjut Mendikbud.

Ia pun menyampaikan, kedua topik tersebut sudah memuat berbagai mata pelajaran.

"Untuk bisa belajar fisika, IPS, matematik, bahasa, sejarah, semua informatika, jadi ini basisnya," ungkap Nadiem.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Rapat kerja tersebut membahas sistem zonasi dan Ujian Nasional (UN) tahun 2020, serta persiapan pelaksanaan anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020. Warta Kota/henry lopulalan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Rapat kerja tersebut membahas sistem zonasi dan Ujian Nasional (UN) tahun 2020, serta persiapan pelaksanaan anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020. Warta Kota/henry lopulalan (Warta Kota/henry lopulalan)

Topik Literasi menurut Nadiem, siswa dituntut untuk bisa memahami informasi dari sumber bacaan.

"Makanya topiknya hanya dua, satu literasi, yaitu memahami konsep bacaan," ungkapnya.

Selanjutnya yaitu numerasi, yang mengharuskan siswa bisa mengaplikasikan konsep berhitungnya.

Konsep berhitung menurut Nadiem, tidak hanya hal yang tidak nyata, tapi juga dengan konteks yang bisa terlihat.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas