Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tanggapi Ada Dugaan Pelecehan Seksual di Garuda, Erick Thohir: Prosesnya Bukan di Saya

Erick Thohir menuturkan permasalahan adanya dugaan pelecehan seksual di dalam Garuda yang diterima oleh pramugari tidak masuk ke dalam kewenangannya.

Tanggapi Ada Dugaan Pelecehan Seksual di Garuda, Erick Thohir: Prosesnya Bukan di Saya
KOMPAS.com / RAKHMAT NUR HAKIM
Menteri BUMN, Erick Thohir, melakukan perombakan besar-besaran di instansinya. Bagaimana nasib tujuh deputi yang dicopot? 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menuturkan permasalahan adanya dugaan pelecehan seksual di dalam Garuda bukan masuk ke dalam kewenangannya.

Pernyataan tersebut diungkapkan Erick Thohir dalam video yang diunggah di kanal YouTube Kompas TV, Kamis (12/12/2019).

Erick mengatakan lebih berwenang pihak kepolisian untuk mengusut kasus pelecehan seksual yang diterima oleh para pramugari maskapai Garuda Indonesia.

Karena lingkup yang menjadi tanggung jawab Erick adalah di bagian dari korporasi Garuda sendiri.

"Kalau soal amoral seperti itu pasti nanti prosesnya bukan di saya. Tapi mungkin itu hukum yang lain, mungkin di kepolisian kalau sayakan lebih ke korporasi," jelas Erick.

Erick berencana akan meningkatkan kewaspadaan terkait adanya pelecehan seksual bagi pegawai perempuan yang bekerja di perusahaan BUMN.

Mengingat perusahaan BUMN didominasi oleh pegawai pria.

Erick Thohir sebut permasalahan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh petinggi Garuda pada para pramugari bukan dalam kewenangannya.
Erick Thohir sebut permasalahan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh petinggi Garuda pada para pramugari bukan dalam kewenangannya. (Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV)

Erick juga akan mengusahakan memberikan rasa aman bagi pegawai wanita dari pimpinan yang tidak baik.

Sehingga dibutuhkan adanya perlindungan hukum untuk mengatasi permasalahan tersebut.

"Tidak boleh kaum perempuan itu mohon maaf dijadikan hal-hal yang tidak baik dan saya rasa dominasi di BUMN juga sangat kental dengan pria," jelas Erick.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Febia Rosada Fitrianum
Editor: Ayu Miftakhul Husna
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas