Tribun

Erick Thohir Bersihkan BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir Bakal Periksa Laporan 142 Anak Perusahaan Pertamina pada Januari 2020

Erick Thohir meminta pada rapat Januari mendatang dirinya telah menerima laporan rinci terkait 142 anak dan cucu PT Pertamina (Persero).

Penulis: Isnaya Helmi Rahma
Editor: Wulan Kurnia Putri
zoom-in Menteri BUMN Erick Thohir Bakal Periksa Laporan 142 Anak Perusahaan Pertamina pada Januari 2020
Yanuar Riezqi Yovanda
Menteri BUMN Erick Thohir. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, meminta seluruh direksi dan komisaris utama Pertamina hadir dalam rapat evaluasi pada Januari 2020.

Hal ini terkait permintaan data rinci 142 anak usaha PT Pertamina (Persero). 

Erick meminta pada rapat Januari 2020 dirinya telah menerima laporan terkait hal tersebut.

"Yang pertamina juga kemarin rapatkan ternyata di pertamina ada 142 perusahaan," ujar Erick yang dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (14/12/2019).

"Ini yang saya minta juga pada komisaris utama dan direksi utama di rapat bulan Januari (2020), saya minta mapping 142 perusahaan ini usahanya apa," imbuhnya.

Tak hanya itu, Erick juga meminta laporan terkait kondisi dari 142 perusahaan itu.

Erick tak ingin perusahaan-perusahaan tersebut hanya dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk menggerogoti Pertamina.

"Terus gimana kesehatan perusahaannya," ungkap Erick.

"Saya tidak mau nanti ternyata mohon maaf, seperti yang kemarin saya bicara 142 perusahaan di Pertamina ini hanya oknum-oknum yang akhirnya menggrogoti pertamina," imbuhnya.

"Nah ini yang sudah saya minta laporan kepada dirut dan komut (Pertamina)," tambahnya.

Erick juga menyinggung terkait Keputusan Menteri BUMN yang telah ia keluarkan.

"Apalagi saya sudah mengeluarkan Kepmen, bahwa pembentukan anak perusahaan dan cucu perusahan sekarang harus ada review dari kami," ungkapnya.

Ia menegaskan hal ini penting karena untuk menghindari adanya oknum-oknum yang memanfaatkannya untuk menggerogoti perusahaan yang sehat. 

Selain terkait 142 perusahaan itu, Erick juga telah meminta laporan terkait Labuan Bajo sebagai satu di antara destinasi wisata Indonesia.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas