Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gerhana Matahari Cincin

Soal Fenomena Gerhana Matahari Cincin, BMKG: Tidak Berdampak Cecara Signifikan

Kasubbid Analisis Geofisika dan Tanda Waktu BMKG Suaidi Ahadi menyebut tidak ada dampak signifikan dari fenomena gerhana matahari cincin.

Soal Fenomena Gerhana Matahari Cincin, BMKG: Tidak Berdampak Cecara Signifikan
YouTube metrotvnews
Kepala Sub Bidang Analisis Geofisika dan Tanda Waktu BMKG Suaidi Ahadi 

TRIBUNNEWS.COM - Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Analisis Geofisika dan Tanda Waktu BMKG Suaidi Ahadi memaparkan tidak ada dampak signifikan dari fenomena gerhana matahari cincin yang terjadi hari ini, Kamis (26/12/2019) terhadap bumi khususnya wilayah Indonesia.

Suaidi Ahadi menyebut, pada 2016 ia bersama timnya telah melakukan pengukuran secara seksama terhadap gerhana matahari total.

Hasil dari penelitian tersebut, yakni gerhana matahari tidak berdampak secara signifikan terhadap tinggi gelombang air laut maupun terhadap fenomena alam lainnya.

"Dampaknya tidak signifikan, tahun 2016 kita telah melakukan pengukuran seksama pada gerhana matahari total, kita menggunakan gaya berat dan magnetometer untukmedan magnet bumi, ternyata peningkatannya tidak signifikan," kata Suaidi Ahadi dilansir kanal YouTube Metrotvnews, Kamis (26/12/2019).

Proses terjadinya Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang dilihat dari tepian pantai Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Kamis (26/12/2019). Durasi terjadinya GMC selama 3 jam 51 menit 4 detik, sedangkan durasi cincin berlangsung selama 3 menit 17 detik. Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Proses terjadinya Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang dilihat dari tepian pantai Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Kamis (26/12/2019). Durasi terjadinya GMC selama 3 jam 51 menit 4 detik, sedangkan durasi cincin berlangsung selama 3 menit 17 detik. Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir (Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir)

Ia mengatakan dampak melihat gerhana matahari tanpa menggunakan kacamata gerhana matahari yakni dapat merusak retina mata.

Terpapar gelombang ultraviolet secara intens berbahaya bagi kesehatan mata.

Suaidi Ahadi mengatakan, filter pada kacamata gerhana matahari dapat melindungi mata hingga 99 persen dari paparan gelombang ultraviolet.

Namun, bagi masyarakat awam yang tidak mempunyai kacamata gerhana matahari, Suaidi Ahadi menyarankan untuk melihat proses gerhana melalui bayangan di kertas karton.

"Kita bisa melihat bayangan dengan cara membuat lubang di karton, terus kita posisikan sejajar dengan matahari, sehingga kita melihat bayangan gerhana matahari di kertas karton lain sebagai bidang bayangannya," papar Suaidi Ahadi.

"Sehingga kita bisa menikmati proses terjadinya kontak gerhana antara bulan dan matahari," tambahnya.

Sejumlah warga mengamati proses terjadinya gerhana matahari.
Sejumlah warga mengamati proses terjadinya gerhana matahari. (Tribun Jogja/Hasan Sakri Ghazali)
Halaman
12
Penulis: Rica Agustina
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas