Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Update BMKG 5 Sampai 10 Januari 2020, Waspada Curah Hujan Tinggi Tak Hanya di Jawa

BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih melanda Indonesi pada 5-10 Januari 2020 ini,

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Update BMKG 5 Sampai 10 Januari 2020, Waspada Curah Hujan Tinggi Tak Hanya di Jawa
Tangkap Layar Laman BMKG
BMKG mengupdate rilis potensi cuaca ekstrem sebelumnya. BMKG memantau masih terdapat indikasi peningkatan POTENSI CUACA EKTREM di beberapa wilayah Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem masih berpotensi melanda Indonesia.

BMKG menerangkan, pada 5-10 Januari 2020 ini, ada indiksai intensitas hujan tinggi.

Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kwalitas udara BMKG, Hary Tirto Djatmiko pun memberikan penjelasan.

"Tidak hanya di wilayah Sumatera dibagian selatan, termasuk Jawa, Bali, Kalimantan bagian selatan dan Sulawesi," kata Hary yang Tribunnews kutip melalui tayangan kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (4/1/2020).

Ia menerangkan, ada perbedaan intensitas hujan Desember 2019 dengan Januari 2020.

Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kwalitas udara BMKG, Hary Tirto Djatmiko,
Tangkap Layar YouTube KompasTV Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kwalitas udara BMKG, Hary Tirto Djatmiko, menyatakan intensitas hujan yang tinggi tentu memicu terjadinya bencana seperti banjir bahkan tanah longsor, termasuk gangguan kesehatan.

Pada Desember 2019 lalu, didominasi intensitas menengah.

Sementara, untuk bulan Januari 2020, intensitas hujan memang tinggi.

Rekomendasi Untuk Anda

Diperkirakan intensitas hujan diatas 300 milimeter per bulan.

BMKG memantau masih terdapat indikasi peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah.

Kondisi peningkatan potensi cuaca ekstrem dipicu oleh adanya fenomena atmosfer skala regional hingga lokal.

Diketahui, Monsun Asia yang aktif menyebabkan terjadinya peningkatan pasokan massa udara basah di wilayah Indonesia.

Selain itu juga menyebabkan terbentuknya pola konvergensi.

Serta terjadinya perlambatan kecepatan angin di beberapa wilayah.

Suhu permukaan laut di sekitar wilayah perairan yang cukup hangat sehingga menambah pasokan uap air cukup tinggi untuk mendukung pembentukan awan hujan.

Diperkuat dengan adanya fenomena gelombang atmosfer (Equatorial Rossby Wave dan Kelvin Wave) yang signifikan di sekitar wilayah Indonesia.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas