Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Apakah Memanasnya Hubungan Iran dan Amerika Serikat Berdampak bagi Indonesia? Ini Jawabannya

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) semakin memanas hingga disebut sebabkan perang dunia ketiga. Apakah ada dampak untuk Indonesia?

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Ifa Nabila
zoom-in Apakah Memanasnya Hubungan Iran dan Amerika Serikat Berdampak bagi Indonesia? Ini Jawabannya
Kolase Foto: Twitter dan Wikimedia
Bagaimana Donald Trump bisa izinkan Militer AS bunuh pemimpin pasukan Quds, Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) semakin memanas.

AS mengklaim telah menewaskan jenderal pasukan elit Iran, Qassem Soleimani.

Diketahui, Qassem Soleimani tewas pada Jumat (3/1/2020) dini hari waktu setempat.

Qassem Soleimani tewas di terminal keberangkatan Bandara Internasional Baghdad, Irak.

Kematian Qassem Soleimani membuat Iran bersumpah untuk melakukan balas dendam kepada AS.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia meminta, masing-masing pihak bisa menahan diri.

Sapa Indonesiaaa
Sapa Indonesia Malam (Tangkap Layar YouTube KompasTV).

Lalu apakah dampak bagi Indonesia terkait memanasnya hubungan Iran dan AS?

Rekomendasi Untuk Anda

Pengamat Pertahanan dan Militer Universitas Pertahanan Indonesia, Connie Rahakundini Bakrie dalam acara Sapa Indonesia Malam yang kemudian diunggah di kanal YouTube KompasTV, Senin (6/1/2020), memberikan komentarnya.

Connie menyebut, agak disayangkan AS terburu-buru untuk menewaskan Qassem Soleimani.

"Karena dia itru tokoh formal yang sangat dikagumi," ungkapnya.

Lantaran hal tersebut, banyak dari negara-negara penggemarnya yang marah terhadap tindakan yang dilakukan AS.

"Jadi yang bereaksi marah bukan saja Iran sendiri kan, tetapi juga negara-negara penggemarnya, seperti Lebanon dan Suriah," ungkapnya.

Connie menyebut, soal isu pecahnya perang dunia ketiga, dirinya meragukan hal itu.

"Kalau untuk perang dunia ketiga saya rasa nggak mungkin karena, pasti AS akan berpikir panjang," jelasnya.

"Kalau kita lihat Iran, Iran itu lima kalinya Irak luasnya dan lebih militan," tambahnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas