Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Mahfud MD Benarkan Dugaan Korupsi Asabri: Tindakan Zalim Terhadap Prajuri Kecil

Mahfud MD benarkan adanya dugaan korupsi di tubuh PT Asabri, Mahfud menilai hal ini meupakan tindakan zalim terhadap prajurit-prajurit kecil.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Isnaya Helmi Rahma
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in Mahfud MD Benarkan Dugaan Korupsi Asabri: Tindakan Zalim Terhadap Prajuri Kecil
Tribunnews.com/Gita Irawan
Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamaman Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat pada Jumat (3/1/2020) 

TRIBUNNEWS.COM  - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat bicara terkait dugaan kasus korupsi di tubuh PT Asabri.

Mahfud MD membenarkan adanya dugaan kasus tersebut.

Bahkan Mafud MD mengatakan pelaku yang melakukan korupsi di Asabri sudah berbuat zalim terhadap prajurit kecil.

Asabri merupakan Badan Usaha Milik Negara atau BUMN yang seluruh sahamnya dimiliki oleh negara.

Asabri ini adalah asuransi Sosial dan pembayaran pensiun khusus untuk Prajurit TNI, Anggota Polri, dan PNS di Departemen Pertahanan dan Polri.

Mahfud menuturkan kasus ini hampir serupa dengan kasus gagal bayar polis asuransi Jiwasraya.

"Asabri itu memang disana sudah terjadi dugaan kuat adanya korupsi," ujarnya yang dilansir dari kanal YouTube Kompas Tv, Senin (13/1/2020).

Rekomendasi Untuk Anda

"Ya hampir sama dengan (kasus) Jiwasraya," imbuhnya.

Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di kantor Kemenko Polhukam
Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di kantor Kemenko Polhukam (Gita Irawan)

Mahfud menegaskan sekali lagi, meski dugaan kasus korupsi di Asabri belum terlalu mencuat ke publik, namun hal ini benar adanya.

Mahfud menambahkan belum mencuatnya kasus ini dikarenakan belum adanya keterangan resmi di publik.

"Ini belum mencuat aja. Itu (dugaan kasus korupsi Asabri) betul," jelasnya.

Mahfud mengaku hal ini sudah ditemukan oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

Namun prosesnya kini BPK tengah melakukan validasi di instansi terkait.

"Sekarang BPK itu sduah menemukan cuma masih diminta validasi ke instansi terkait," ujarnya.

"Sehingga belum secara resmi muncul keterangan publiknya," imbuh Mahfud MD.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas