Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Ditemani Prabowo, Jokowi Saksikan Drone Kombatan Elang Hitam Buatan Indonesia

Drone tersebut bisa dikendalikan sampai jarak 250 km (LOS) dengan ketinggian 3000 sampai 5000 km.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Gita Irawan
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Ditemani Prabowo, Jokowi Saksikan Drone Kombatan Elang Hitam Buatan Indonesia
Gita Irawan
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo lihat drone 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Usai memberikan sambutannya dalam acara Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan (Kemhan) 2020, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melihat Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) atau drone Elang Hitam buatan Indonesia yang dipamerkan di halaman kantor Kemhan Jakarta Pusat pada Kamis (23/1/2020).

Sebelum mendekati drone tersebut, Jokowi tampak menunjuk-nunjuk drone tersebut sambik berbincang dengan Prabowo.

Terlihat keduanya juga sempat mendengar penjelasan dari staf terkait dengan drone tersebut.

Kemudian Jokowi didampingi Prabowo dan Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko mendekat ke drone tersebut dan mendengarkan penjelasan lebih jauh.

Setelah mendengar penjelasan selama sekira tiga menit, mereka kemudian masuk ke dalam ruang pameran Industri Pertahanan Swasta Nasional yang digelar di halaman Kemhan.

Dari spanduk penjelasan yang ditampilkan di hari sebelumnya, drone tersebut mampu menjalankan operasi intelijen, pengamatan jarak dekat, akuisisi target, dan mampu dipersenjatai.

Rekomendasi Untuk Anda

Drone tersebut bisa dikendalikan sampai jarak 250 km (LOS) dengan ketinggian 3000 sampai 5000 km.

Selain itu drone tersebut bisa dioperasikan sampai 30 jam dengan kecepatan hingga 235 km/jam.

Drone tersebut berdimensi panjang 8,5 meter, rentang sayap 16 meter, dan tinggi 2,6 meter.

Drone tersebut juga memiliki bobot maksimum yang mampu dibawa hingga 300 kg dengan kapasitas bahan bakar sampai 420 liter.

Dikutip dari laman PT Dirgantara Indonesia, diketahui pengembangan drone tersebut diinisiasi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan yang melibatkan TNI, BPPT, ITB, dan PT Dirgantara sejak 2015.

Baca: Jokowi Ingatkan Prabowo: Hati-hati, Anggaran Kemenhan Capai Rp 127 Triliun

Proses desain drone tersebut dimulai dengan perancangan, dan pengujian oleh BPPT yang selesai pada 2018 yang dibiayai oleh Balitbang Kemhan dan BPPT.

Pada 2017 dibentuk join konsorsium untuk pembuatan drone tersebut yang melibatkan Kemenhan, BPPT, TNI AU, ITB, PT Dirgantara Indonesia dan PT LEN Industri.

Kemudian pada 2019 LAPAN bergabung dalam join konsorsium tersebut.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas