Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Yenny Wahid Mau Diangkat Jadi Komisaris Garuda, Ini Alasannya

Namun karena persoalan di Garuda cukup banyak, maka Erick Thohir meminta Yenny untuk masuk menjadi komisaris.

Yenny Wahid Mau Diangkat Jadi Komisaris Garuda, Ini Alasannya
Instagram @yennywahid
Nama putri kedua Presiden Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, masuk dalam jajaran Komisaris PT Garuda Indonesia Tbk sebagai Komisaris Independen. 

TRIBUNNEWS.COM -- NAMA lengkapnya Zannuba Ariffah Chafsoh. Biasa dipanggil Yenny Wahid. Lahir di Jombang, Jawa Timur, 29 Oktober 1974. Selama ini ia dikenal sebagai politisi dan aktivis Islam.

Anak kedua dari pasangan Presiden Indonesia keempat, Abdurrahman Wahid dan Sinta Nuriyah, memiliki jaringan cukup luas di level internasional.

Yenny Wahid sangat dikenal oleh tokoh-tokoh dunia yang cinta perdamaian.

Belum lama ini Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Yenny Wahid sebagai salah satu Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Menurut Erick, Yenny dipilih karena dianggap sosok yang bisa menjadi pelindung.

Baca: Yenny Wahid Jadi Komisaris Garuda Indonesia, Suami Bukan Orang Sembarangan, Beri Mas Kawin 10 Sapi

Baca: Yenny Wahid Jadi Komisaris Garuda Indonesia, Suami Bukan Orang Sembarangan, Beri Mas Kawin 10 Sapi

Baca: Panja Komisi VI DPR Akan Panggil Erick Thohir dan Dirut Jiwasraya Pekan Depan

"Kalau Ibu Yenny nggak usah dipertanyakan. Dia figur wanita yang bagus. Di mana dengan adanya Bu Yenny tentu sekarang pramugari, front office perempuan, paling tidak ada yang melindungi atau ada yang bisa diajak bicara. Khususnya Bu Yenny itu backgroundnya jelas, pergerakan, dan Bu Yenny itu posisinya Komisaris Independen, wakil publik," kata Erick.

Lalu apa reaksi Yenny Wahid dengan penunjukan itu? Kepada Wartakotalive.com ia mengungkapkan, "Sebetulnya kalau hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, saya akan menolak menjadi komisaris Garuda," ungkapnya.

Namun karena persoalan di Garuda cukup banyak, maka Erick Thohir meminta Yenny untuk masuk menjadi komisaris.

"Ketika mas Erick meminta saya untuk ikut berkontribusi membantu memperbaiki kinerja Garuda, saya merasa terpanggil. Bagaimanapun Garuda adalah National flag carrier kita yang harus kita jaga bersama," ungkap Yenny Wahid.

"Jadi siapapun pemerintahnya, Garuda tetap ada. Karena itu Garuda harus dikelola dalam semangat non partisan yang diikat oleh kesatuan komitmen untuk memajukan Garuda menjadi icon kebanggaan bangsa," tambah Yenny Wahid.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas