Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Nadiem Makarim Bebaskan Mahasiswa Ambil Kegiatan di Luar Prodi hingga 3 Semester: Ini Bukan Paksaan

Mendikbud Nadiem Makarim membuat kebijakan bagi mahasiswa S-1 untuk mengambil kegiatan di luar program studi hingga tiga semester.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Nadiem Makarim Bebaskan Mahasiswa Ambil Kegiatan di Luar Prodi hingga 3 Semester: Ini Bukan Paksaan
Kemendikbud
Mendikbud Nadiem Makarim. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim membuat kebijakan bagi mahasiswa S-1 untuk mengambil kegiatan di luar program studi (prodi) hingga tiga semester.

Nantinya, mahasiswa akan bebas melakukan kegiatan antara lain magang atau praktik kerja industri, bergabung dengan organisasi nonprofit, pertukaran pelajar, pengabdian masyarakat, maupun riset.

Selain itu selama tiga semester mahasiswa juga dapat melakukan studi independen, terlibat dalam sebuah proyek desa, hingga mengajar di daerah terpencil.

Mahasiswa juga diperkenankan melakukan kegiatan lain selama disetujui pihak prodi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat peluncuran program Kampus Merdeka.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat peluncuran program Kampus Merdeka. (Tribunnews.com/ Fahdi Fahlevi)

Nadiem menyebut, kebijakan yang dibuatnya ini adalah yang paling penting dan akan berdampak langsung.

"Menurut saya, dari semua kebijakan, ini adalah yang paling penting. Karena dampaknya untuk negara kita, saya rasa bisa dirasakan secara cepat, secara riil, dan secara masif," ujar Nadiem saat Rapat Koordinasi Pendidikan Tinggi, di Kemendikbud, Jumat (24/1/2020) dilansir kemdikbud.go.id.

Adanya kebijakan tersebut diharapkan mahasiswa memiliki kebebasan menentukan rangkaian pembelajaran mereka.

Rekomendasi Untuk Anda

Nadiem menilai dengan hal tersebut dapat menciptakan adanya budaya belajar yang mandiri, lintas disiplin, dan mendapatkan pengetahuan serta pengalaman yang berharga untuk diterapkan.

Namun, Nadiem mengungkapkan kebijakan ini bukanlah paksaan dan keharusan.

Ini hanyalah opsi yang diberikan kepada mahasiswa S-1.

"Ini bukan pemaksaan. Kalau mahasiswa itu ingin seratus persen di dalam prodi itu, itu adalah hak mereka. Ini hanya opsinya untuk mahasiswa, tapi ini adalah suatu kewajiban bagi perguruan tinggi untuk memilih," ungkapnya.

Kegiatan yang dilakukan mahasiswa selama tiga semester tersebut dikatakan Nadiem harus dibimbing oleh seorang dosen yang ditentukan kampusnya.

"Daftar kegiatan yang dapat diambil oleh mahasiswa dapat dipilih dari program yang ditentukan Pemerintah dan/atau program yang disetujui oleh rektornya," jelas pendiri Gojek tersebut.

Kebijakan Kampus Merdeka menurut Nadiem memiliki tujuan mengubah program pendidikan S-1 untuk lebih mendorong mahasiswa lebih belajar menghadapi tantangan.

"Program ini untuk mengubah sistem S-1 yang bisa benar-benar mempersiapkan mahasiswa kita berenang di laut terbuka yaitu dunia nyata," ungkap Nadiem.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas