Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Jiwasraya

Menteri BUMN Erick Thohir Minta Pembahasan Dana Nasabah Jiwasraya dengan DPR Digelar Tertutup

Terkait perkembangan kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir angkat bicara.

Menteri BUMN Erick Thohir Minta Pembahasan Dana Nasabah Jiwasraya dengan DPR Digelar Tertutup
Tangkap Layar YouTube KompasTV
Dewan Perwakilan Rakyat, panitia kerja Jiwasraya memanggil menteri BUMN Erick Thohir. Erick diminta menjelaskan pengembalian dana nasabah Jiwasraya, yang mencapai belasan triliun rupiah. 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus gagal bayar polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) memasuki babak baru.

Terkait perkembangan kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir angkat bicara.

Erick Thohir menghadiri rapat dengan Panitia Kerja (Panja) Komisi VI DPR RI.

Rapat itu terkait penanganan kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Erick mengakui perusahaan asuransi plat merah itu tengah kesulitan membayar klaim pemegang polis senilai Rp 16 triliun.

"Kondisi Jiwasraya saat ini sangat sakit dan kesulitan," kata Erick yang dikutip dari Kompas TV,9 Rabu (29/1/2020).

"Punya kewajiban bayar klaim atau polis Rp16 triliun dan kekurangan solvabilitas Rp 28 triliun," tambahnya.

Dewan Perwakilan Rakyat, panitia kerja Jiwasraya memanggil menteri BUMN Erick Thohir.
Erick diminta menjelaskan pengembalian dana nasabah Jiwasraya, yang mencapai belasan triliun rupiah.
Dewan Perwakilan Rakyat, panitia kerja Jiwasraya memanggil menteri BUMN Erick Thohir. Erick diminta menjelaskan pengembalian dana nasabah Jiwasraya, yang mencapai belasan triliun rupiah. (Tangkap Layar YouTube KompasTV)

Erick menilai permasalahan Jiwasraya bukanlah persoalan yang ringan.

Ia menuturkan, dalam menangani kasus itu diperlukan waktu panjang untuk menyelesaikannya.

Menurutnya,hal itu dikarenakan manajemen sebelumnya tidak menggunakan prinsip kehati-hatian dalam mengelola investasi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas