Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

BNN Keberatan Usulan Ganja Jadi Komoditi Ekspor Indonesia

Jangan sampai begitu kita memperbolehkan tanam ganja dan lain-lain, itu nanti turunannya dianggap boleh.

BNN Keberatan Usulan Ganja Jadi Komoditi Ekspor Indonesia
Biro Humas dan Protokol BNN
Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menemukan ladang ganja di kawasan Aceh Selatan. Empat titik ladang ganja berhasil diidentifikasi berada di antara pegunungan Sawah Tingkem dan Seleukat, Kecamatan Bakongan Timur Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) keberatan dengan usulan anggota Komisi VI DPR RI asal Aceh, Rafli yang mewacanakan narkoba jenis ganja dibudidayakan di Indonesia untuk komoditas ekspor.

"BNN sebagai leading sector menolak kultivasi ganja untuk alasan ekspor dan lain-lain," kata Kepala Biro Humas dan Protokol BNN RI, Sulistyo Pudjo Hartono kepada Tribunnews.com, Jumat (31/1/2020).

Ia mengingatkan, pelarangan penggunaan ataupun memproduksi ganja diatur di dalam kebijakan nasional maupun internasional dan disepakati tanaman ganja sebagai salah satu jenis narkotika.

"Jangan sampai begitu kita memperbolehkan tanam ganja dan lain-lain, itu nanti turunannya dianggap boleh. Hasil produksinya nanti malah dianggap boleh. Di dunia ini, tidak ada namanya WHO atau UNTOC yang menyatakan bahwa ganja bukan narkoba," ujarnya. 

Baca: Politisi PPP Tak Setuju Wacana Usulan PKS Legalkan Ganja

Atas dasar tersebut maka perdagangan ataupun aktivitas memproduksi ganja secara ilegal dilarang dilakukan di Indonesia. Apalagi, penggunaan narkoba di Indonesia saat ini dalam kondisi yang memprihatinkan.

Baca: ‎‎Bareskrim Ringkus Sepasang Kekasih Penjual Ganja Via Online di Jakarta Selatan

Dia menyatakan selama 2019 di Indonesia didapat ganja sitaan seberat 112 ton. Sedangkan data dunia, ada jutaan ton ganja yang disita.

"Dengan sudah dilarang aja seperti ini, apalagi dibebaskan, kita melihat orang yang memakai ganja, begitu memakai langsung nabrak apotik di Jakarta Selatan. Nah itu semua, kalau itu dilegalisasi, pasti tiap hari kita menghadapi bencana kematian dan lain-lain karena menggunakan ganja," jelasnya.

Ia membantah pernyataan Rafli soal ganja bisa dijadikan obat. Pudjo mengingatkan bahaya penggunaan ganja bagi tubuh manusia.

"Itu keliru (ganja bisa jadi obat). Saat menggunakan (ganja) itu kan akan kehilangan persepsi ruang dan waktu. Logika, moral juga hilang. Nanti terjadi perkosaan dan lain-lain. Tidak bisa begitu saja. Mungkin nanti malah yang disalahkan pemerintah," tandasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas