Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Konsep Pernikahan Unik di Yogyakarta: Upacara Bendera hingga Hafalkan Pancasila

Pernikahan unik dengan mengadakan upacara bendera di depan pelaminan terjadi di Pedukuhan Kedungpring, Giripeni, Kapanewon Wates, Kulon Progo.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nidaul 'Urwatul Wutsqa
zoom-in Konsep Pernikahan Unik di Yogyakarta: Upacara Bendera hingga Hafalkan Pancasila
KOMPAS.COM/DANI JULIUS
Mempelai menikah dengan cara upacara bendera berlangsung di Pedukuhan Kedungpring, Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogjakarta. 

TRIBUNNEWS.COM - Kembali terjadi pernikahan unik dengan mengadakan upacara bendera di depan pelaminan.

Pernikahan tersebut dilangsungkan dengan pembacaan Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hingga mengheningkan cipta saat penghormatan Bendera Merah Putih.

Tepatnya di Pedukuhan Kedungpring, Kelurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kulon Progo, pasangan Farid Ridwan (26) dan Dwi Setyaningsih (25) melangsungkan pernikahannya.

Kepala Kantor Urusan Agama Kapanewon Wates, Zamroni mengatakan dari pernikahan tersebut mempelai diwajibkan hafal Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

"Kedua mempelai juga harus mengucapkan Pancasila di upacara ini," kata Zamroni, Minggu (2/2/2020), dilansir Kompas.com.

Baginya, salah satu yang menjadi tolok ukur dalam rangkaian pernikahan dengan konsep upacara ini adalah Pancasila.

Zamroni mengatakan, pernikahan dengan konsep upacara tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memupuk rasa nasionalisme.

Mempelai menikah dengan cara upacara bendera berlangsung di Pedukuhan Kedungpring, Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogjakarta.
Mempelai menikah dengan cara upacara bendera berlangsung di Pedukuhan Kedungpring, Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogjakarta. (KOMPAS.COM/DANI JULIUS)
Rekomendasi Untuk Anda

Alasannya tidak semua orang mengetahui dan hafal dengan Pancasila sebagai ideologi negara kesatuan Republik Indonesia.

Oleh karenanya, syarat utama kepada seluruh calon pengantin adalah hafal Pancasila.

"Hal ini juga diharapkan bisa menepis paham radikalisme, intoleransi dan terorisme," kata Zamroni.

Bahkan pernikahan tersebut dihadiri oleh Polsek dan Koramil dengan pakaian dinasnya.

Setelah keduanya melafalkan pancasila maka ijab qobul baru dpaat dimulai.

Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sighat taklik atau pakta kesalingan Janji Suci Perkawinan antarkedua mempelai.

Di sisi lain, Zamroni menyampaikan sebelum pelaksanaan pernikahan, kedua mempela juga harus membawa bobot pohon buah dan menanamnya.

Tak hanya tumbuhan, bahkan mempelai diharuskan membawa bibit ikan dan menebarnya ke sungai.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas