Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Benarkah Cuaca dan Matahari Bikin Indonesia Tidak Terpapar Virus Corona? Ini Kata Ahli

Lantas apakah benar ada kaitannya antara cuaca dan juga sinar matahari terhadap negatifnya Covid-19 di Indonesia?

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in Benarkah Cuaca dan Matahari Bikin Indonesia Tidak Terpapar Virus Corona? Ini Kata Ahli
KIM WON-JIN / AFP
Orang-orang mengenakan masker saat berjalan di daerah Pyongyang, Korea Utara, 6 Februari 2020. Cuaca dingin di wilayah itu diduga penyebab penularan virus Corona dengan cepat terjadi. 

Untuk diketahui, Covid-19 akan hidup dan aktif berkembang saat berada di dalam sel inangnya (ACE2).

Akan tetapi, jika berada di luar sel inang dan ada di suhu normal ruang lebih dari lima jam lamanya, maka virus itu akan mati.

Kata Donald Trump

Sebelumnya diberitakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi wabah virus corona yang telah membunuh lebih dari 1.000 orang itu akan hilang April mendatang.

Dikutip dari AFP, Trump beralasan di bulan April akan muncul cuaca panas.

"Virus biasanya akan hilang di April," kata Trump, Selasa (11/2/2020) lalu.

"Panas, secara umum akan membunuh virus semacam ini," ujar Trump.

Rekomendasi Untuk Anda

Lalu bagaimana dengan Singapura?

Pasalnya suhu dan cuaca di Singapura tidak berbeda jauh dengan Indonesia.

Namun tetangga Indonesia itu dipusingkan dengan virus Corona.

Dikonfirmasi ada 50 kasus positif virus corona di Singapura.

Salah satunya adalah warga negara Indonesia (WNI) berusia 44 tahun.

Singapura ketat

Mengenai kondisi itu, beberapa ahli menilai salah satunya karena standar deteksi virus corona di Singapura yang lebih ketat.

Singapura, pada 31 Januari menjadi salah satu negara pertama yang melarang masuknya orang asing yang datang dari daratan Cina.

Selain itu, pendekatan pemerintah Singapura yang aktif menyapu bersih mereka yang terkena dampak virus menjelaskan jumlah temuan kasus yang relatif tinggi.

Pemerintah Singapura mengatakan telah menguji 665 orang.

Dari jumlah tersebut, 581 dinyatakan negatif, 39 sedang menunggu hasil dan sisanya, 45 positif.  

Sumber: Kompas.com/Tribunnews.com

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas