Menkes Terawan Telusuri Riwayat WNA Dikabarkan Positif Virus Corona Masuk Bali
Bahkan ia menyebutkan pihaknya telah melakukan berbagai analisa dengan mencoba melihat perhitungan waktu
Editor:
Imanuel Nicolas Manafe
TRIBUNNEWS.COM, NATUNA - Beredar pemberitaan yang menyebutkan salah satu penumpang Lion Air JT-2618 pada 22 Januari 2020 dengan rute Wuhan ke Denpasar positif terjangkit virus corona sontak mengegerkan tanah air.
Pasalnya sejak virus corona melanda dunia, Indonesia menjadi salah satu negara yang negatif dari paparan virus tersebut.
Baca: Virus Corona Paksa Apple Tunda Kemunculan iPhone 12
Sebelumnya dikabarkan seorang penumpang dari Wuhan, China yang terjangkit virus corona pada penerbangan JT-2618 dari Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan di Distrik Huangpi, Provinsi Hubei, Republik Rakyat Tiongkok (WUH) tujuan Denpasar melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali (DPS) Rabu (22/1/2020) lalu hingga kini masih ditelusuri kepastianya.
Hal itu dikatakan Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, Jumat (14/02/2020).
Adanya warga negara China yang dikabarkan positif virus corona atas nama yang kami tidak tau kelanjutannya sedang kami telusuri.
Menindaklanjuti itu, kami pun langsung mengkonfirmasi maskapai yang ditumpangi, ternyata dari maskapai menyebutkan bahwa ada penumpang atas nama Jin yang melaksanakan penerbangan dari Wuhan ke Bali.
Bahkan dari pihak maskapai menyebutkan ada dua orang penumpang bernama Jin dalam penerbangan itu, satu anak-anak satu lagi dewasa, mereka menggunakan Garuda dari Bali menuju Shang Hai pada tanggal 28 Januari.
Yuri mengatakan jika seorang WNA tersebut masuk ke Bali tanggal 22 Januari lalu kemudian pada 28 Januari dia kembali ke negaranya melalui penerbangan Bali masih ditelusuri riwayatnya.
Namun karena mereka sudah di negaranya membuat kita sulit melacaknya, bahkan untuk mengantisifasi dugaan ada WNA yang dikabarkan positif NCoV kita mulai menelusuri riwayat perjalanannya, kemana saja tempat yang ia kunjungi.
Bahkan ia menyebutkan pihaknya telah melakukan berbagai analisa dengan mencoba melihat perhitungan waktu.
Selain itu, Yuri juga menjawab pertanyan yang kerap dilontarkan pengamat, bahwa hampir seluruh negara di bagian Asia sudah ada yang terdeteksi virus namun Indonsia berhasil negatif dari virus itu.
Jadi stigma warga dunia, kenapa indonesia belum terdeteksi sementara kunjungan wisatawan ke Indonesia sangat banyak ditepis langsung oleh Yuri, tidak ada yang kita tutup tutupi, semuanya telah melalui pemeriksaan.
Baca: Update Virus Corona Sampai 14 Februari 2020, Hampir 1.500 Meninggal Dunia 65.247 Orang Terinfeksi
Kata Yuri dari sebanyak 89 Spesimen yang telah menjalani pemeriksaan Litbangkes juga telah dinyatakan negatif.
"Jika memang ada yang ditutupi, nanti kan akan dilakukan croscek lagi oleh WHO dan laboratorium kita juga sudah diverifikasi oleh WHO jadi ini memang semua sudah melalui pemeriksaan," tandas Yuri.
Masa karantina berakhir besok