Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

PAN Sebut Ma'ruf Amin Jarang Muncul ke Publik, PDIP: Bisa Saja Karena Kurang Terpublikasi

Hal itu dikatakan Saleh karena survei terbaru Indo Barometer menunjukkan rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap Ma'ruf Amin.

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in PAN Sebut Ma'ruf Amin Jarang Muncul ke Publik, PDIP: Bisa Saja Karena Kurang Terpublikasi
Warta Kota/Muhammad Naufal
Wakil Presiden Maruf Amin membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Auditorium BKKBN Pusat, Halim, Jakarta Timur Rabu (12/02/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan menanggapi pernyataan Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay yang menyebut Wakil Presiden Ma'ruf Amin jarang muncul ke publik.

Hal itu dikatakan Saleh karena survei terbaru Indo Barometer menunjukkan rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap Ma'ruf Amin.

Trimedya menegaskan Ma'ruf Amin selalu turun dan muncul di hadapan publik.

"Tidak juga, Pak Ma'ruf kan jalan terus, cuma bisa saja kurang terpublikasi. Tidak mungkin Wapres di kantor terus, merem," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Anggota Komisi III DPR ini mengatakan telah ada pembagian peran antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Sesuai keahlian, Trimedya mengakui Ma'ruf Amin sering menghadiri seremonial keagamaan.

Hal itu bertujuan merawat keberagaman dan pluralisme di Indonesia.

Berita Rekomendasi

"Kalau yang dipahami Pak Ma'ruf Amin lebih menjaga pluralisme ini, menjaga keberagaman. Bersinergi dengan tokoh-tokoh agama, kemudian ekonomi syariah segala macam," ujarnya.

Sebelumnya, Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay menilai wajar rendahnya tingkat kepuasan masyarakat kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Menurutnya, hal tersebut karena Ma'ruf Amin lebih jarang tampil ke publik dibandingkan dengan para menteri di Kabinet Indonesia Maju.

"Kalau mau jujur, Ma’ruf Amin bisa jadi lebih jarang muncul dibandingkan dengan beberapa menteri yang ada. Katakanlah, misalnya, seperti menteri BUMN, Menteri PUPR, Pertanian, Perhubungan, dan lain-lain. Mungkin karena memang Ma’ruf tidak terlibat langsung dalam eksekusi program-program yang ada," katanya kepada wartawan, Senin (17/2/2020).

Dikerahui, tingkat kepuasan masyarakat kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin berada di bawah tingkat kepuasan terhadap Presiden Joko Widodo dan menteri-menteri di kabinet Indonesia Maju.

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif, M. Qodari, pada sesi pemaparan hasil Survei Nasional “Evaluasi Publik dan Isu-isu Nasional Dalam 100 Hari Jokowi-Amin” di Hotel Century Park Senayan, Minggu (16/2/2020) siang.

Berdasarkan rilis Survei Nasional itu, tingkat kepuasan publik terhadap kerja Wakil Presiden Ma’ruf Amin sebesar (49.6%).

Sedangkan yang tidak puas (37.5%).

Adapun jika dibandingkan dengan tingkat kepuasan kepada Presiden Joko Widodo, tingkat kepuasan sebesar (70.1%).

Sedangkan, yang tidak puas (27.4%).

Sementara tingkat kepuasan publik terhadap kinerja para Menteri Kabinet Jokowi – Ma’ruf Amin sebesar (54.4%). Yang tidak puas (28.1%).

"Pasti memang jomplang antara presiden dan wakil presiden dan biasanya wakil memang lebih rendah, tapi biasanya nggak jauh, tapi ini jauh ya," kata Qodari, di Hotel Century Park Senayan, Minggu (16/2/2020) siang.  

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas