Achmad Yurianto Beberkan Kondisi Dua WNI yang Positif Virus Corona
Jubir untuk penanganan virus corona (Covid-19) Achmad Yurianto jelaskan kondisi terkini dua warga negara Indonesia (WNI) yang positif virus corona
Penulis:
Isnaya Helmi Rahma
Editor:
Daryono
TRIBUNNEWS.COM - Juru bicara (jubir) untuk penanganan virus corona (Covid-19) Achmad Yurianto jelaskan kondisi terkini dua warga negara Indonesia (WNI) yang positif terinfeksi virus corona.
Diberitakan sebelumnya, kedua WNI ini terpapar virus corona setelah melakukan kontak dengan WN Jepang.
Ini merupakan kasus virus corona pertama yang terjadi di Indonesia.
Yurianto berujar menurut laporan yang ia terima pagi tadi, kedua WNI positif virus corona ini dalam kondisi baik.
Baca: UPDATE Virus Corona di Indonesia: 339 Orang Diperiksa hingga Pasien di Sukabumi & Cianjur Meninggal
Hal itu disampaikan dalam konferensi pers di komplek Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/3/2020).
"Pagi tadi kami mendapatkan laporan dua orang Indonesia yang positif kondisinya bagus," ujarnya yang dikutip dari YouTube metrotvnews, Selasa (3/3/2020).
Ia juga menuturkan kedua WNI ini menjalani perawatan tanpa menggunakan selang oksigen dan tidak diinfus.
"Mereka tidak menggunakan selang oksigen karena memang tidak sesak," kata Yurianto.
"Juga tidak memerlukan infus karena memang tidak ada kedaruratan," tegasnya.
Lebih lanjut, Yurianto mengungkapkan bahwa keluhan terakhir kedua WNI ini hanya batuk saja.
"Kemudian keluhan terakhir masih batuk dan badannya tidak panas sama sekali," jelas Yurianto.
Dalam kesempatan itu, Yurianto juga membeberkan terkait upaya yang dilakukan Kementerian Kesehatan setelah terdeteksinya virus corona di Indonesia.
Baca: Corona Masuk Indonesia, Pemerintah Tunda Pemberian Insentif Untuk Pariwisata
Baca: Viral Wartawan TV Kenakan Masker Ini saat Liputan Virus Corona, Dokter: Gak Dipikirkan Dampaknya?
"Dari tracking yang kami lakukan karena satu keluarga ini tinggal berempat, dua orang lainnya yakni kakak dan pembantunya, dua-duanya negatif," jelasnya.
"Kami juga akan tracking ke teman-temannya yang jumlahnya kurang lebih 50 orang dimana ini multi nasional yakni terdiri dari beberapa kebangsaan," kata Yurianto.
Kemudian Yurianto menjelaskan terkait kasus terakhir yang berada di seluruh Indonesia.
Baca tanpa iklan