Virus Corona Masuk Indonesia, Jusuf Kalla: Tidak Perlu Panik, Harus Hati-hati
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan selalu hati-hati menghadapi virus corona.
Penulis:
Isnaya Helmi Rahma
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.COM - Dua warga negara Indonesia(WNI) dinyatakan positif terinfeksi virus corona.
Mereka terpapar dari warga negara Jepang yang sempat datang ke Indonesia.
Hal ini diumumkan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020) siang.
Menanggapi hal ini, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengimbau masyarakat untuk tidak panik.
Ia menuturkan agar selalu hati-hati dan terus menjaga diri serta lingkungannya.
"Apa yang kita khawatirkan telah terjadi, sudah dua orang yang sudah terkena virus corona atau Covid-19 ini," ujarnya yang dikutip dari YouTube Komapas tv, Selasa (3/3/2020).
"Tentu kita semua perlu mempersiapkan diri untuk hal-hal yang terjelek, namun tidak perlu panik harus hati-hati," jelas Jusuf Kalla.
Lebih lanjut ia pun menjelaskan langkah-langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona ini.
Pihaknya menganjurkan bagi yang mengalami gejala flu, batuk, demam, sesak napas, untuk segera mendatangi rumah salit terdekat.
"Pertama jika mengalami gejala sakit seperti batuk, flu demam, atau sesak napas, segera periksakan ke fasilitas kesehatan masyarakat seperti puskesmas, rumah sakit," jelasnya.
Baca: Dokter Terawan Sebut Pemerintah Tanggung Biaya Pengobatan Terkait Masuknya Virus Corona ke Indonesia
"Itu sangat penting, karena hanya mereka yang mengetahui anda terkena virus corona atau tidak," kata Jusuf Kalla.
Ia juga meminta mereka yang mengalami gejala tersebut untuk menggunakan masker.
"Kedua bagi yang sakit juga wajib mengenakan masker," imbuhnya.
“Masa inkubasi selama 14 hari, jadi bisa saja tidak merasa sakit, tidak mengetahui sakit, tentulah maka harus berhati-hati,” ungkapnya.
Cara pencegahan virus Corona menurut World Health Organization (WHO)