Hingga 6 Maret: Ada 13 Suspect dan Dua Positif Virus Corona di Indonesia
Dari hasil sementara, hingga saat ini terdapat 13 pasien suspect dan dua pasien positif virus corona
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Imanuel Nicolas Manafe
"Alhamdulillah indikator ini menjadi suatu parameter bagi kita semua bahwasanya insya Allah kedua pasien ini akan sembuh," katanya.
Menurutnya ke dua pasien tersebut sudah bisa beraktifitas.
Kedua pasien yang hubungannya merupakan ibu dan anak itu sudah bisa berkomunikasi melalui whatsapp, telepon, dan video call dengan kerabatnya di luar.
"Kemudian alhamdullilah hari ini sudah tidak ada lagi demam Corona di kedua orang ini," katanya.
Selain itu ke dua orang Warga Depok tersebut juga sudah bisa makan sendiri tanpa disuapi.
Keduanya bisa pergi ke kamar mandi dan ganti baju sendiri tanpa dibantu keluarga dan perawat.
"Sesak berkurang tapi masih sedikit, kemudian batuk juga berkurang banyak tapi masih ada sedikit. Tentu saja karena yang diserang adalah saluran napas maka untuk batuk ini butuh waktu untuk dikeluarkan daei saluran napasnya," katanya.
Secara keseluruhan menurutnya kondisi pasien berangsur baik. Tekanan darah dalam keadaan normal.
500 orang lapor ke Pos Corona
Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso dr Mohammad Syahril mengatakan hampir 500 orang yang melapor ke pos pemantauan virus corona (Covid-19).
Jumlah tersebut tercatat dari bulan Januari sejak posko tersebut didirikan.
Saat ini RSPI Sulianti Saroso melakukan isolasi terhadap sembilan orang dalam pengawasan terkait virus corona.
"Saat ini sudah hampir lima ratusan orang yang melapor di pos pemantaunan," ujar Syahril di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (5/3/2020).
Baca: Empat Orang di Pesta Dansa yang Kontak dengan Warga Terjangkit Virus Corona Diisolasi
Syahril mengatakan berdasarkan laporan ke pos pemantauan, hanya satu pasien yang dinyatakan diisolasi setelah melapor ke pos pemantauan.
"Kondisinya bagus, enggak ada yang dirawat, cuma satu tadi malam saja," tutur Syahril.
Baca tanpa iklan