Keberadaan Keris Milik Pangeran Diponegoro Menurut Peter Carey
usai membaca dokumen Sentot yang menceritakan penangkapan Diponegoro, hanya ada dua kemungkinan bagaimana pusaka ini sampai ke tangan Belanda
Editor:
Rachmat Hidayat
"Dia (Cleerens) tentu saja tidak mempercayakannya kepada bawahan. Jadi semuanya membuat saya curiga bahwa Cleerens menerima ini dari Diponegoro secara langsung sebagai tanda niat baik yang kemudian dilanggar dengan konsekuensi karma mendalam baik untuk Belanda maupun orang Jawa," ujar Peter Carey.
Selain itu, dalam catatan De Kock, Kangjeng Kiai Nogo Siluman tidak disebutkan dalam otobiografi Diponegoro. Juga tidak ada dalam daftar barang milik Belanda pada saat Diponegoro ditangkap.
Baca: Warga Magelang Temukan Keris, Teko dan Buku Berbahasa Jawa dan Arab
Sejauh yang diketahui Peter Carey, hanya ada satu dokumen yang menyebutkan Keris Nogosiluman Diponegoro, yaitu laporan Raden Saleh untuk Tn. Kasteele, kepala Kabinet van Zeldzaamheden pada saat Diponegoro ditangkap.
"Namun sebenarnya dokumen ini tidak disebutkan dalam semua laporan pers. Saya tidak tahu apakah ada hubungan antara kedua peristiwa itu," kata Peter menambahkan.
Baca tanpa iklan