Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Setelah Telepon PM Singapura, Jokowi Hubungi Dirjen WHO Bicarakan Virus Corona

Presiden mengatakan pemerintah terus melakukan upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona yang sudah dinyatakan sebagai Pandemi global.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Setelah Telepon PM Singapura, Jokowi Hubungi Dirjen WHO Bicarakan Virus Corona
Puspen TNI/Puspen TNI
Presiden RI Ir. Joko Widodo didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., meninjau proses sterilisasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (13/3/2020). Proses sterilisasi ini dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). (Puspen TNI) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah terus melakukan upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona yang sudah dinyatakan sebagai Pandemi global. 

Salah satunya dengan berkoordinasi dengan negara-negara tetangga.

Baca: Sembuh, 9 ABK Diamond Princess Pulang Bawa Sertifikat Bebas Corona

Jokowi mengatakan tiga hari lalu telah menelepon Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong untuk membicarakan pintu masuk ke dua negara.

Hal itu untuk mengantisipasi pergerakan orang yang sudah terinfeksi virus.

"Tiga hari lalu saya telah telepon PM Lee Hsien loong terutama berbicara perbatasan di Batam, apa yang telah dilakukan dan apa yang akan dilakukan," kata Jokowi di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Jumat, (13/3/2020).

Setelah menelpon PM Singapura, Presiden juga akan menelepon Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia akan menyampaikan perkembangan informasi penanganan Corona di Indonesia dan menanyakan informasi mengenai perkembangan virus tersebut.

"Sore ini saya akan bertelpon dengan dirjen WHO untuk mendapatkan informasi dan kami informasikan apa yang telah kami kerjakan," katanya.

Pemerintah menurutnya terus berupaya terbuka dengan menyampaikan informasi secara reguler setiap hari.

Meskipun menurutnya tidak semua informasi dapat disampaikan ke Publik. 

"Untuk cegah kesimpangsiuran informasi. Jubir telah kita tunjuk kita tahu semuanya," katanya.

Kementerian juga menurut presiden telah meluncurkan video layanan masyarakat agar memahami virus tersebut.

Baca: 1 Pasien Corona Kabur dari RS, Achmad Yurianto Buka Suara

Tujuannya agar masyarakat bisa mengantisipasi dengan tepat.

"Call center juga telah dibuat di 119. Kominfo dan polri juga terus mengawasi dan tindak penyebaran hoaks mengenai covid-19. Lalu tentang pengawasan dan respons cepat untuk cegah penyebaran yang lebih besar juga serius kami lakukan," pungkasnya.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas