Dengar Masukan Bupati Garut soal Pembatasan Sosial, Ali Ngabalin Ngangguk-angguk: Nggih-nggih, Benar
Bupati Garut, Rudy Gunawan memberikan masukan kepada Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin soal pembatasan sosial berskala
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNNEWS.COM - Bupati Garut, Rudy Gunawan memberikan masukan kepada Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin soal pembatasan sosial berskala besar.
Dilansir TribunWow.com, Rudy Gunawan mengatakan kebijakan pembatasan sosial berskala besar sudah dilakukan di Kabupaten Garut.
Kebijakan tersebut berwujud berupa bekerja, sekolah, dan beribadah di rumah.
Namun menurutnya, hal tersebut berasa tidak efektif jika tetap ada pemudik yang datang ke Garut, terlebih dari daerah zona merah Covid-19, seperti DKI Jakarta.
Dalam tayangan Youtube Talk Show tvOne, Rabu (1/4/2020), Rudy Gunawan mengatakan data terbaru kasus Virus Corona di Garut ada satu pasien baru yang dinyatakan positif.
Satu pasien positif Virus Corona tersebut merupakan pemudik dari Jakarta yang pulang ke Garut.
"Kami sendiri sebenarnya yang pembatasan sosial bersekala besar itu sudah dilakukan, sekolah, bekerja, dan ibadah di rumah," ujar Rudy Gunawan.
"Kami ini sampai hari kemarin di Garut itu negatif, tetapi kemarin baru mendapatkan informasi, bahwa ada satu orang yang datang dari Jakarta tanggal 20 Maret, itu positif Corona dan sekarang sudah dirawat di rumah sakit, dan alhamdulillah sudah dalam keadaan baik," jelasnya.
Terkait hal itu, Rudy Gunawan kemudian memberikan masukan kepada pemerintah pusat melalui Ali Ngabalin.
Dirinya menjelaskan bahwa masih banyak warganya yang mencari nafkah di Jakarta.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.