Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Tahap Kedua PSBB Kota Bogor, Bima Arya: Perpaduan Antara Ketegasan dan Kasih Sayang

Bima Arya mengungkapkan rumus sederhana yang diterapkan pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua di wilayah Kota Bogor.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Isnaya Helmi Rahma
zoom-in Tahap Kedua PSBB Kota Bogor, Bima Arya: Perpaduan Antara Ketegasan dan Kasih Sayang
Kompas.com
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto 

TRIBUNNEWS.COM - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengungkapkan rumus sederhana yang diterapkan pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua di wilayah Kota Bogor.

Ia menyebut pelaksanannya akan memadukan antara ketegasan dan kasih sayang.

Hal ini Bima Arya sampaikan melalui video conference pada program acara Sapa Indonesia Pagi, Kompas Tv, Kamis (30/4/2020).

Ia menuturkan pihaknya akan memberikan sanksi lebih tegas terhadap pelanggar PSBB di tahap kedua ini.

Namun di sisi lain selama masa perpanjangan PSBB ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga memastikan bantuan sosial bagi warga miskin yang terdampak Covid-19 akan cepat sampai sesuai sasaran.

Bima Arya di Kompas tv
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto (Tangkap Layar Kompas tv)

"Rumusnya itu sederhana memadukan antara ketegasan dan kasih sayang," ujar Bima Arya.

"Jadi yang melanggar PSBB ditindak tegas, toko-toko yang melanggar ditutup bahkan diancam dicabut ijinnya," ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tapi pada saat yang sama kami akan percepat dan pastikan bantuan sosial untuk warga yang membutuhkan itu sampai dan tidak boleh dimain-mainkan," tegasnya.

Bima Arya mengaku hingga saat terdapat sekitar 150 ribu kepala keluarga yang sedang dalam proses untuk menerima bantuan sosial tersebut.

"Jadi dua kombinasinya itu, ketegasan di lapangan PSBB, dan kasih sayang Pemkot kepada warga yang membutuhkan," jelasnya.

Baca: Pemkot Bogor Resmi Perpanjang PSBB Selama Dua Pekan

Baca: Satu Keluarga di Cileungsi Bogor Positif Covid-19, Terlacak Setelah Suami Berstatus PDP Meninggal

Sementara itu, Bima Arya menuturkan memang sudah menjadi komitmennya pelaksanaan PSBB periode kedua di Bogor ini dilaksanakan lebih ketat.

Hal ini berkaca pada evaluasi PSBB tahap pertama yang dinilai belum berjalan secara efektif.

Mengingat pada PSBB tahap pertama, pelaksanaannya masih bersifat imbauan.

"Jadi kami evaluasi, PSBB di tahap pertama ini mungkin karena pada awal masih masa sosialisasi, masyarakat menyesuaikan jadi masih relatif lebih kendor (pelaksanannya)," jelas Bima Arya.

"Karena itu kalau lihat dari tren penyebaran Covid-19 itu belum menunjukan hasil signifikan," tegasnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas