Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

8 Hari Operasi Ketupat, Polisi Paksa 21 Ribu Kendaraan Pemudik Putar Balik

Diharapkan, kesadaran masyarakat untuk tidak mudik demi memutus mata rantai virus corona.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in 8 Hari Operasi Ketupat, Polisi Paksa 21 Ribu Kendaraan Pemudik Putar Balik
dok. Korlantas
Kakorlantas Polri Irjen Istiono memantauan pos pengamanan check point di Gerbang Tol Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah. Jumlah pemudik yang melintas di Semarang menurun drastis mencapai 50 persen, karena sudah terjaring petugas di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. (Korlantas). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - ‎Delapan hari pelaksanaan Operasi Ketupat 2020, Polri mencatat ada 21 ribu kendaraan terindikasi pemudik diminta putar balik.

Upaya itu dilakukan untuk memutus penularan virus corona (Covid-19).

"Jumlah keseluruhan sampai hari ke 8 Operasi Ketupat, dari Lampung sampai Jawa Timur (Jatim) ‎kurang lebih 21 ribu kendaraan yang kami putar balikkan karena berniat mudik," ucap Kakorlantas Polri, Irjen Istiono dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2020).

Dari hasil pemantauan pos pengamanan check point di Gerbang Tol Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah sore tadi, Istiono menyatakan jumlah masyarakat yang ingin mudik memasih tetap ada hanya saja setiap ‎harinya semakin menurun.

Baca: Yang Terlanjur Mudik Jangan Buru-buru ke Jakarta, Anies Baswedan Akan Libatkan Aparat untuk Mencegah

Baca: Jasa Travel Gelap Jaring Calon Pemudik Lewat Facebook, Tarifnya Rp 500 Ribu Sampai Tujuan

Termasuk di pos Gerbang Tol Banyumanik, kendaraan pemudik yang di putar balikkan ‎sedikit sekali yakni hanya empat kendaraan. Ini karena pemudik sudah terjaring di pos pengamanan sebelumnya di Kota Semarang.

Baca: 190 Pemudik ke Jawa Gagal Lewati Tabanan, Puluhan Personel Gabungan Telah Menghadang

"Karena mereka sudah terjaring di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah jadi kendaraan yang terjaring di semarang sudah sedikit sekali, turun sampai 50 persen," ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Istiono berharap semakin mendekati Lebaran 2020, kesadaran masyarakat semakin bagus untuk tidak mudik demi bersama-sama ‎menjadi pemutus mata rantai virus corona.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas