Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Tak Punya Pekerjaan karena Dirumahkan, Faisal Buka Jasa Servis Ponsel untuk Hidupi Keluarga

Selama sebulan, ia mengaku sudah melayani hingga lima pelanggan. Tarif memperbaiki ponsel berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Tak Punya Pekerjaan karena Dirumahkan, Faisal Buka Jasa Servis Ponsel untuk Hidupi Keluarga
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
KORBAN PHK - Bertepatan dengan peringatan May Day (Hari Buruh Dunia), puluhan buruh PT KBS melakukan unjuk keprihatinan di halaman perusahaan tempat mereka bekerja di Jalan Halim Perdana Kusuma, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Jumat (1/5/2020). Para buruh mengaku telah di phk sepihak oleh pihak perusahaan dan meminta pemerintah untuk menindak perusahaan tersebut serta memperhatikan nasib mereka yang semakin terpuruk di tengah pandemi Covid-19. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Banyak cara dilakukan orang untuk menyambung hidup pada saat krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 saat ini.

Mereka yang sudah dirumahkan atau terkena PHK bersedia bekerja apa saja asal halal.

Seperti yang dilakukan Faisal Abdulrahman (35) warga Kiaracondong, Kota Bandung, ini.

Faisal yang sudah menikah sekira setahun lalu harus tetap bekerja untuk menghidupi keluarganya.

Sebelumnya, dia bekerja di tempat penjualan ponsel di sebuah mal di Kota Bandung.

Mal tempatnya bekerja tutup untuk mengikuti anjuran pemerintah.

Otomatis, sebagai orang yang menerima upah dari majikannya, ia berhenti bekerja dan tidak mendapat upah.

"Sudah hampir sebulan tidak punya penghasilan tetap karena tokonya kan di mal. Malnya tutup," kata Faisal, yang berprofesi sebagai pramuniaga.

Rekomendasi Untuk Anda

Pria asli Kabupaten Garut ini, lulusan SMK dan tinggal di rumah mertua dan baru saja memiliki anak.

Anaknya masih bayi, berusia tiga bulan. Beruntung saja, dia punya keahlian memperbaiki ponsel.

Baca: Mbak Tutut: Ibu Tien Soeharto Meninggal Bukan Karena Tertembak

"Nah sekarang saya coba-coba buka jasa perbaikan ponsel. Modalnya menguras tabungan buat beli peralatan seperti solder, obeng, dan lain-lain," ujarnya.

Selama sebulan, ia mengaku sudah melayani hingga lima pelanggan. Tarif memperbaiki ponsel berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

Baca: Jasa Travel Gelap Jaring Calon Pemudik Lewat Facebook, Tarifnya Rp 500 Ribu Sampai Tujuan

"Sebenarnya enggak cukup. Tapi pendapatan dari jasa perbaikan ponsel saya cukupkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Faisal.

Ada lagi cerita dari Etik (40), karyawan perusahaan garmen di Majalaya warga Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya.

Baca: Pusing karena Sepi Job, Iis Dahlia Menyambung Hidup dari Uang Tabungan

Biasanya, sebulan ia mendapat upah Rp 1,8 juta sebagai operator mesin. Saya di rumahkan sementara karena kata atasan saya, buyernya sedang sepi jadi produksinya diturunkan."

"Otomatis saya sekarang tidak bekerja, ada sebulan. Tapi katanya mau dipekerjakan lagi," kata Etik, via ponselnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas