Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kebakaran Hutan dan Lahan

Agustus Diprediksi Puncak Musim Kemarau, BMKG: Sumatera dan Kalimantan Rawan Karhutla

Namun, Saepudin mengatakan awan musim kemarau diperkirakan sudah nampak pada bulan Mei 2020.

Agustus Diprediksi Puncak Musim Kemarau, BMKG: Sumatera dan Kalimantan Rawan Karhutla
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Kebakaran lahan terjadi di Jalan Nelayan, Kelurahan Sri Meranti , Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Rabu (26/2/2020). Berdasarkan informasi dari BMKG Pekanbaru, pada Bulan Februari 2020 ini, wilayah Provinsi Riau akan memasuki musim kemarau pertama ditahun 2020, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan cukup tinggi. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada bulan Agustus.

Namun, Saepudin mengatakan awan musim kemarau diperkirakan sudah nampak pada bulan Mei 2020.

"Awan musim kemarau tahun ini sebagian besar sudah mulai menjelang di awal Mei ini. Kami prediksi, puncak kemarau tahun ini adalah di bulan Agustus dengan frekuensi jumlah wilayah antara lebih dari 64 persen," ujar Saepudin, dalam konpers dengan BNPB via Zoom, Jumat (8/5/2020).

Adapun ada daerah yang diperkirakan mengalami kemarau lebih kering dari kondisi normal atau biasanya.

Daerah tersebut mencakup wilayah Sumatera.

Saepudin mengungkap jika daerah dengan kondisi kemarau lebih kering tersebut rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Seperti Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

"Daerah rawan karhutla di wilayah Sumatera, yang relatif curah hujannya menengah sampai rendah itu dimulai dari Juni hingga September," kata dia.

Selain itu, ada daerah lain yang juga rawan karhutla yakni wilayah Kalimantan. Seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

"Untuk wilayah Kalimantan yang perlu diwaspadai antara kisaran Agustus dan September itu curah hujan menengah sampai rendahnya signifikan," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas