Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

22 Tahun Reformasi, Cak Imin: Kita Patut Menghitung Ulang dan Melakukan Evaluasi Total

Cak Imin melihat Indonesia belum dapat mandiri secara ekonomi, meski sudah 22 tahun mengalami reformasi dari orde lama.

22 Tahun Reformasi, Cak Imin: Kita Patut Menghitung Ulang dan Melakukan Evaluasi Total
Tribunnews.com/ Seno Tri Sulistiyono
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dalam diskusi virtual bertema 22 Tahun Reformasi, Penguatan Gerakan Sosial Ekonomi Rakyat, Jakarta, Kamis (21/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) melihat Indonesia belum dapat mandiri secara ekonomi, meski sudah 22 tahun mengalami reformasi.

"Dalam rangka ulang tahun reformasi, kita patut menghitung ulang, melakukan evaluasi total apa yang sudah dan belum dilaksanakan," ujar Cak Imin dalam diskusi virtual bertema 22 Tahun Reformasi, Penguatan Gerakan Sosial Ekonomi Rakyat, Jakarta, Kamis (21/5/2020).

Baca: 6 Film Keluarga Tayang di RCTI selama Lebaran 2020, Doraemon hingga Shaun The Sheep Movie

Menurur Cak Imin, cita-cita reformasi saat itu adalah mewujudkan kedaulatan rakyat, baik persoalan politik, ekonomi, hukum, dan segala hal dalam menuju kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

"Potensi dan kekuatan rakyat yang begitu dasyat, berbasis keagamaan, sosio kultural, agrikultur, pertanian, pedesaan adalah potensi yang belum sepenuhnya jadi sasaran utama tujuan ekonomi," ucap Wakil Ketua DPR itu.

Baca: Malam Ini Malam Ganjil Terakhir Ramadhan 1441 H, Berikut Doa untuk Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Ia melihat, reformasi yang telah berjalan puluhan tahun hanya terkonsentrasi pada reformasi politik, yakni hanya perubahan formasi kepimpinan, tanpa ada perubahan mendasar dari cita-cita awal.

"Negara semakin tidak berdaya terhadap kekuatan pasar yang menentukan semua hal, tapi kita tidak bisa menyalahkan pemerintah, aktor politik atau para pemimpin saja," ujarnya.

Baca: Pengamat: KPU Dilema Selenggarakan Pilkada Saat Pandemi Covid-19

"Ini adalah ketidakberdayaan kita semua, ketidakberdayaan ekonomi rakyat, ketidakberdayaan kekuatan potensi dasar yang dimiliki bangsa Indonesia," tambah Cak Imin.

Ikuti kami di
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas