Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilkada Serentak 2020

Mendagri Tegaskan Pilkada Tetap 9 Desember, PDIP Persiapan dan Optimis Covid-19 Dapat Diatasi

Tito Karnavian mengatakan, pelaksanaan Pilkada 2020 tetap diselenggarakan pada 9 Desember 2020 mendatang dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Mendagri Tegaskan Pilkada Tetap 9 Desember, PDIP Persiapan dan Optimis Covid-19 Dapat Diatasi
Lusius Genik/Tribunnews.com
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, pelaksanaan Pilkada 2020 tetap diselenggarakan pada 9 Desember 2020 mendatang dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona.

Titi mengatakan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Gugus Tugas mendukung pelaksaan Pilkada 2020 dan mengingatkan pelaksanaannya dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

"Kami sudah komunikasikan dengan Kemenkes dan gugus tugas, prinsipnya mereka lihat (Covid-19) belum selesai 2021, mereka dukung (Pilkada) 9 Desember."

Menteri Dalam Negeri (Mendagri)  Tito Karnavian, melakukan kunjungan kerja (kunker) untuk menguatkan koordinasi dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Bogor, Selasa (19/5/2020).
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, melakukan kunjungan kerja (kunker) untuk menguatkan koordinasi dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Bogor, Selasa (19/5/2020). (Puspen Kemendagri.)

"Namun, protokol kesehatan dipatuhi disusun dengan mengikutsertakan mereka," ujar Tito, seperti dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com.

Lebih lanjut, Tito menjelaskan, Pilkada kali ini akan sangat unik di setiap tahapannya mulai kampanye hingga pemungutan suara.

Tito menambahkan, kampanye akbar Pilkada 2020 harus dihindari dan beralih untuk melakukan kampanye dengan live streaming di media sosial.

"Hindari kampanye akbar, kampanye terbatas dalam ruangan dan gunakan media termasuk live streaming bisa capai puluhan ribu mungkin juga waktu kampanye yang bisa dipadatkan," terangnya.

Selain itu, Tito juga mengatakan, perhitungan dan pemungutan suara akan berbeda dari Pilkada sebelumnya.

Dia mengatakan, pemungutan suara di TPS dapat diatur per jam.

Baca: Perlu Tambahan Anggaran RP 535 Miliar untuk Selenggarakan Pilkada

"Pemungutan suara dapat diatur per jam TPS-TPS, dengan sudah kenal para pemilih pada saat validasi mereka bisa atur mungkin 100 orang atau 200 orang.

Halaman
12
Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Ifa Nabila
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas