Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Eksklusif Tribunnews

Prof. Dr. Sulianti Saroso, Orang Indonesia Pertama Presiden World Health Assembly

Anak-anak dan cucu-cucu ibu dan bapak tidak ada yang meneruskan menjadi dokter. Alasannya sederhana sih,

Prof. Dr. Sulianti Saroso, Orang Indonesia Pertama Presiden World Health Assembly
TRIBUN/HO/DOKUMENTASI KELUARGA
Foto lama Sulianti Saroso yang direproduksi Rabu (3/6/2020). Sulianti lahir pada 10 Mei 1917 di Karangasem, Bali, dan meninggal dunia pada 29 April 1991. Namanya kemudian diabadikan menjadi nama sebuah rumah sakit. Yaitu, Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso. TRIBUNNEWS/HO/DOKUMENTASI KELUARGA

"Ibu saya adalah anak pertama dari dokter Muhamad Sulaiman yang menjadi dokter. Selain itu ada juga anak lainnya yang ada di Jogja, yang juga jadi dokter"
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Ibu saya adalah anak pertama dari dokter Muhamad Sulaiman yang menjadi dokter. Selain itu ada juga anak lainnya yang ada di Yogja, yang juga jadi dokter. Namanya dokter Suliantoro Sulaiman.

Setelah jadi dokter ibu saya sempat tinggal di Jogja. Ibu saya pada waktu jaman Belanda sempat punya tunangan seorang pilot dari Angkatan Udara. Tapi kemudian tunangannya itu jatuh dan meninggal.

Baca: RSPI yang Abadikan Nama Ibunya Dikenal Saat Wabah Covid-1, Ini Kata Putri Prof. Dr. Sulianti Saroso

Ibu saya kemudian ditawari Tulane University untuk jadi Associate Professor, mengajar di Tulane. Dari situ ibu berangkat lagi ke Amerika, untuk mengajar. Dalam perjalanan pulang, karena anak-anaknya sekolah di Swiss pasca kudeta, ibu saya sempat mampir ke Swiss.

Di sana ibu saya melamar pekerjaan ke WHO karena bapak bilang sudah tidak tahan di Indonesia. Dari situ ibu saya diterima dan mau pindah ke Swiss.

Foto lama Sulianti Saroso bersama suami yang direproduksi pada Rabu (3/6/2020). Sulianti lahir pada 10 Mei 1917 di Karangasem, Bali, dan meninggal dunia pada 29 April 1991. Namanya kemudian diabadikan menjadi nama sebuah rumah sakit. Yaitu, Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso. TRIBUNNEWS/HO/DOKUMENTASI KELUARGA
Foto lama Sulianti Saroso bersama suami yang direproduksi pada Rabu (3/6/2020). Sulianti lahir pada 10 Mei 1917 di Karangasem, Bali, dan meninggal dunia pada 29 April 1991. Namanya kemudian diabadikan menjadi nama sebuah rumah sakit. Yaitu, Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso. TRIBUNNEWS/HO/DOKUMENTASI KELUARGA (TRIBUN/HO/DOKUMENTASI KELUARGA)

Satu keluarga pergi ke Swiss ketika ibu bekerja di WHO?
Ketika ibu sempat pulang ke Indonesia, ketika sudah jaman Orde Baru, ibu saya ditawari jabatan di direktorat jenderal P4M. Ibu saya sempat menolak karena sudah mendapat pekerjaan di WHO.
Ternyata ibu saya merasa terpanggil, merasa harus mengabdi. Akhirnya diterima sama ibu.

Setelah itu karir ibu saya di dunia kesehatan makin bersinar. Mulai dari megang P4M, kemudian menjabat LRKM. Begitulah sejarah karir ibu saya. Ibu saya dokter spesialis penyakit menular.

Baca: Aplikasi Zoom Tawarkan Fitur Enkripsi Khusus untuk Pengguna Berbayar

Bagaimana sosok ibu Syul di mata anak-anaknya?
Ibu saya wanita yang sangat bijaksana. Tidak pernah gosip. Ambil keputusan juga sangat bijaksana. Saya juga melihat sosok ibu saya sebagai orang yang sangat pintar.

Saya itu bisa menyelesaikan sekolah ketika dibantu ibu saya saat sedang buntu menulis thesis. Saat itu ibu secara khusus datang ke luar negeri, ke tempat saya kuliah untuk bantu saya menulis thesis sampai selesai.

Baca: Tes Kepribadian - Mana Pencuri yang Sebenarnya? Ungkap Kamu Orang yang Pandai atau Mudah Tertipu

Kapan RSPI Sulianti Saroso berdiri dan sejak kapan pakai nama ibu?
RSPI Sulianti Saroso itu baru dibangun dan diresmikan pada tahun 1994 kalau saya tidak salah. Pada waktu itu dokter Abed Nego sebagai Dirjen P2M, sebelum peresmian RSPI Sulianti Saroso, datang ke rumah untuk minta izin ke saya dan keluarga.

Putri Sulianti Saroso, Anindita Rosyanti Saroso. TRIBUNNEWS/HO/DOKUMENTASI KELUARGA
Putri Sulianti Saroso, Anindita Rosyanti Saroso. TRIBUNNEWS/HO/DOKUMENTASI KELUARGA (TRIBUN/HO/DOKUMENTASI KELUARGA)

Minta izin apa boleh rumah sakit menggunakan nama dokter Sulianti Saroso. Tentunya keluarga mengizinkan dengan bangga. Jadi dari awal namanya sudah RSPI professor doktor Sulianti Saroso.

Halaman
12
Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Rachmat Hidayat
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas