Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Pengemudi Ojol Diminta Bertanggung Jawab atas Kesehatan Diri Sendiri di Masa Pandemi Covid-19

Andi mengatakan baik driver atau penumpang harus disediakan sebuah layanan pernyataan bahwa keduanya dalam kondisi sehat

Pengemudi Ojol Diminta Bertanggung Jawab atas Kesehatan Diri Sendiri di Masa Pandemi Covid-19
Tribunnews/Herudin
Pengemudi ojek online (ojol) menyemprotkan disinfektan ke motor sebelum membawa penumpang di Jalan Blora, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2020). Memasuki pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, Pemprov DKI Jakarta memperbolehkan ojek online untuk membawa penumpang namun harus menerapkan protokol kesehatan, seperti pengemudi dan penumpang memakai masker serta memakai hand sanitizer untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Tribunnews/Herudin 

JDN Indonesia Ingin Driver Ojek Daring Tanggung Jawab atas Kesehatan Diri Sendiri Saat Angkut Penumpang

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Junior Doctor Network (JDN) Indonesia menilai para pengemudi ojek daring atau ojek online ( ojol) harus bertanggung jawab pada dirinya sendiri untuk tidak menularkan virus corona atau Covid-19.

"Mereka harus jaga diri sendiri. Misalnya, oh saya harus membatasi ini (jarak dengan penumpang) begitu. Driver juga kalau merasa sakit ya istirahat dulu," kata Chairman JDN Indonesia dr. Andi Khomaini dalam siaran BNPB, Sabtu (13/6/2020).

Baca: Diduga Lakukan Pungli Terhadap Calon Karyawan, Pegawai PDAM Kudus Diamankan Kejaksaan

Inilah yang harus disediakan oleh penyedia layanan transportasi daring kepada para driver dan penumpang.

Andi mengatakan baik driver atau penumpang harus disediakan sebuah layanan pernyataan bahwa keduanya dalam kondisi sehat.

"Merasa sehat sajalah, sebab kan dia enggak bisa lakukan swab atau yang lainnya, sehingga risiko penularannya itu bisa diturunkan lagi," lanjutnya.

Andi juga menyoroti bahwa jelang masa new normal ini seharusnya masyarakat tidak mengartikan bahwa situasi berubah dan siapa pun bebas beraktivitas di luar tanpa batasan.

"Kita meminta agar masyarakat membatasi waktu dia di luar. Jadi dia keluar benar-benar untuk sebuah urusan yang musti dia kerjakan, bukan untum kongkow-kongkow. Yang itu ditahan dulu," kata Andi.

Dengan menerapkan protokol seperti itu, Andi meyakini ada harapan untuk menurunkan risiko penularan Covid-19 ke masyarakat.

Baca: Pilkada di Tengah Pandemi, Kertas Suara Disemprot hingga Mencoblos Gunakan Sarung Tangan

"Ini bukan cuma soal ojol, tapi juga bagaimana menggunakan kereta, busway, dan angkutan umum yang lain,"katanya.

"Kita mesti lakukam protokol kesehatan perilaku hidup bersih sehat. Kalau sakit, tahan dan tahu diri, jangan memaksakan," pungkasnya.

Penulis: Reza Deni
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas