Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Defisit APBN Terus Membengkak, Pemerintah Diingatkan Bahaya Beban Utang 

Defisit anggaran yang dalam dan koreksi pertumbuhan ekonomi menjadi pemicu meningkatnya porsi utang pemerintah

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Defisit APBN Terus Membengkak, Pemerintah Diingatkan Bahaya Beban Utang 
Istimewa
Hardjuno Wiwoho 

Salah satu peruntukannya yaitu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 695,2 triliun.

Menurut Hardjuno, peningkatan defisit ini disebabkan Menteri Keuangan (Menkeu) tidak menghitung alokasi anggaran untuk pemulihan ekonomi atau untuk covid secara akurat. 

Baca: Mendagri Minta Bawaslu Jadi Wasit yang Objektif dan Netral di Pilkada Serentak 2020

Akibat, tahun ini, alokasi anggaran dan program menumpuk pada  APBN 2020 ini. 

Yang lebih mengherankan lagi lanjut Hardjuno, ada program pemerintah yang justru tidak berkaitan dengan covid-19 atau pemulihan ekonomi namun diikutsertakan dalam program pemulihan ekonomi.

Misalnya, dana talangan buat BUMN seperti Garuda dan BUMN lainnya.

Padahal sebetulnya, kata dia, keuangan BUMN sudah jelek sebelum covid -19  tetapi dimasukkan ke dalam APBN covid-19. 

“Makanya, jangan heran kalau  defisit APBN membengkak. Dan saya kira, Menkeu Sri Mulyani harus tanggung jawab sebagai bendahara negara,” tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas