Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pro Kontra RUU HIP

AHY Tegaskan Partai Demokrat Menentang Praktik Eksploitasi Politik Identitas

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan partainya menentang praktik eksploitasi politik identitas

AHY Tegaskan Partai Demokrat Menentang Praktik Eksploitasi Politik Identitas
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Demokrat Periode 2020-2025 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan partainya menentang praktik eksploitasi politik identitas yang belakangan kembali menguat karena kehadiran RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Demokrat, kata AHY, saat ini ingin memperkuat fondasi agar tak terjadi perpecahan di tengah masyarakat karena kontroversi RUU HIP.

AHY menjamin Partai Demokrat adalah partai nasionalis-religius yang tak ingin terjebak dalam pertarungan ideologi.

Hal itu disampaikannya dalam webinar bertajuk 'Agama dan Pancasila, Merawat ke-Indonesiaan: Bedah Tuntas RUU HIP', Jumat (26/6/2020).

Baca: AHY Beberkan 4 Alasan Kenapa RUU HIP Harus Ditolak

"Kita perkuat fondasi, agar Indonesia terhindar dari perpecahan di akar rumput. Karena itu, Partai Demokrat menentang praktik-praktik eksploitasi politik identitas yang sering kali dimainkan dalam konstelasi politik bangsa ini," kata AHY.

"Khitah perjuangan Demokrat, tengah dan moderat, nasionalis-religius. Tidak mau terjebak dalam pertarungan ideologi ekstrem, apakah ekstrem kiri maupun ekstrem kanan. Saat ada yang menikmati terjadinya eksploitasi politik identitas, kami istikamah dan konsisten dan tidak tergoda dan tetap berada di tengah menjaga keseimbangan," tambahnya.

AHY mengajak masyarakat bersatu di tengah situasi pandemi virus corona.

Baca: Korlap Aksi Demo Tolak RUU HIP Mengaku Ditanyai Polisi Seputar Pembakaran Bendera

Dia menilai tak seharusnya ada isu lain yang dianggap tak memiliki urgensi dimunculkan.

Apalagi, saat ini, banyak masyarakat terdampak yang membutuhkan pertolongan.

Halaman
123
Penulis: chaerul umam
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas