Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Pondok Pesantren Kembali Dibuka, Politikus PPP Minta Pemerintah Gencarkan Sosialiasi Hidup Bersih

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PPP Ema Umiyyatul Chusnah menyinggung beberapa kegiatan masyarakat

Pondok Pesantren Kembali Dibuka, Politikus PPP Minta Pemerintah Gencarkan Sosialiasi Hidup Bersih
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Ratusan santri disemprot disinfektan saat tiba di Terminal Purabaya, Bungurasih, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (2/4/2020). Sebanyak 586 santri Pondok Pesantren Sidogiri yang berdomisili di Surabaya dan sekitarnya tiba di Terminal Purabaya. Di terminal para santri disemprot disinfektan lebih dahulu dan diberi hand sanitizer oleh petugas dari alumni pondok sebelum mereka bertemu keluarga yang menunggu di ruang tunggu terminal. Ponpes Sidogiri memajukan program liburan jelang Ramadan 15 hari karena pandemi virus corona atau Covid-19. Para santri diliburkan selama 66 hari. Surya/Ahmad Zaimul Haq 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PPP Ema Umiyyatul Chusnah menyinggung beberapa kegiatan masyarakat sudah mulai diizinkan dan dibuka kembali di era new normal, salah satunya kegiatan di sejumlah Pondok Pesantren di Jawa Timur.

Terkait hal itu, Ema meminta pemerintah --dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan-- mengalokasikan anggaran untuk sejumlah program jaminan protokol kesehatan, sosialisasi dan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta program pemberdayaan di lingkungan Pondok Pesantren.

"Kami meminta kepada Ibu Menteri LHK untuk memberikan jaminan protokol kesehatan bagi para santri yang mulai kembali ke pondok dan memulai kembali aktivitasnya," ujar Ema, dalam keterangannya, Jumat (26/6/2020).

Menurutnya, bantuan hand sanitizer, disinfektan ataupun masker bisa dialokasikan untuk pondok-pondok pesantren yang sudah mulai aktif.

Baca: UU Pesantren Diharapkan Kembalikan Fungsi Strategis Pesantren

Baca: Tetap Waspadai Covid-19, Tribunnews dan Cardinal Gandeng ACT Salurkan Masker di Pesantren

Baca: 24 Pasien Positif Virus Corona Asal Ponpes Temboro Magetan Dinyatakan Sembuh

Selain itu, perlu ada sosialisasi terus menerus terkait proses kegiatan belajar mengajar dengan memberlakukan penerapan physical distancing, juga perilaku hidup bersih dan sehat.

Di sisi lain, Ema mengatakan adanya program 'Eco-Pesantren' dari pemerintah sangat tepat untuk digencarkan di era new normal saat ini.

Dia menilai 'Eco-Pesantren' dapat digunakan sebagai model atau sarana pembelajaran sejak dini di lingkungan pondok pesantren sekaligus sebagai upaya pencegahan, penanggulangan, atau pemulihan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup.

"Karena berawal dari perilaku dan lingkungan yang bersih, para santri akan terhindar dari bahaya penularan penyakit dan virus. Selain itu hal ini dapat menumbuhkan sikap tanggung jawab dalam merawat kondisi lingkungan bagi para santri," jelasnya.

"Kami menilai 'Eco-Pesantren' juga memiliki potensi dampak sosial ekonomi di era new normal. Melalui pembinaan pemanfaatan teknologi tepat guna dan transfer teknologi para santri bisa dibekali keahlian atau keterampilan khusus sehingga mereka mempunyai nilai plus selain memperoleh ilmu agama yang bisa di aplikasikan di masyarakat setelah lulus nantinya," imbuhnya.

Politikus PPP tersebut mencontohkan kegiatan penerapan konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle) di pondok pesantren. Dimana dengan penambahan sedikit kreativitas barang-barang tidak berguna diubah menjadi 'handmade product', sehingga menjadi barang yang bernilai ekonomi.

Oleh karenanya, agar dampak sosial-ekonominya terasa Ema mengatakan tentu diperlukan gerakan masif yang diimplementasikan di seluruh pondok pesantren yang ada di Indonesia.

"Kami memberikan masukan agar program-program pemberdayaan masyarakat khususnya pondok pesantren ditingkatkan, untuk memperkuat ketahanan ekonomi berbasis kearifan lokal," tandasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas